WHO: Serangan Israel hancurkan rumah sakit terbesar di Gaza

Tangkapan layar yang diabadikan dari video ini menunjukkan kondisi Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza pada 1 April 2024. (Xinhua)

Serangan militer Israel dalam dua pekan terakhir telah menghancurkan fasilitas medis terbesar di Gaza, Rumah Sakit Al-Shifa, hingga melumpuhkan sistem perawatan kesehatan di daerah kantong tersebut.

 

Jenewa, Swiss (Xinhua) – Serangan militer Israel dalam dua pekan terakhir telah menghancurkan fasilitas medis terbesar di Gaza, Rumah Sakit Al-Shifa, hingga melumpuhkan sistem perawatan kesehatan di daerah kantong tersebut, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (2/4).

“Para direktur mengatakan kepada kami bahwa Rumah Sakit Al-Shifa sudah ‘hancur’. Rumah sakit itu sudah tidak dapat lagi berfungsi sama sekali,” kata Juru Bicara WHO Margaret Harris kepada para jurnalis dalam sebuah taklimat mingguan PBB di Jenewa.

“Al-Shifa merupakan pusat perawatan tersier (…) dengan 750 tempat tidur, 25 ruang operasi, dan 30 ruang perawatan intensif. Rumah sakit itu sebelumnya merupakan jenis fasilitas yang bisa dikunjungi untuk mendapatkan perawatan yang disediakan oleh sistem kesehatan yang sangat baik,” kata Harris.

Sedikitnya 21 pasien meninggal dunia selama pengepungan Israel terhadap rumah sakit tersebut. WHO telah berusaha selama berhari-hari untuk mencapai Al-Shifa dan beberapa fasilitas kesehatan terakhir yang tersisa di Gaza utara, dalam upayanya untuk menyalurkan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan, sekaligus menilai persediaan tambahan apa saja yang diperlukan untuk menyelamatkan pasien yang tersisa.

Serangan militer Israel
Seorang anak laki-laki berduka atas kematian kerabatnya di sebuah rumah sakit di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 1 April 2024. (Xinhua/Khaled Omar)

Meski demikian, badan PBB itu menyesalkan bahwa sebagian besar misinya ke rumah sakit tersebut telah mendapat “penolakan” dari pihak berwenang Israel.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan