COVID-19 – Turki hadapi ancaman gelombang infeksi saat kasus di Eropa naik

Orang-orang melintas di sebuah jalan di Ankara, Turki, pada 6 Oktober 2022. (Xinhua/Mustafa Kaya)

Gelombang COVID-19 di Turki mengancam dalam beberapa pekan mendatang saat kasus infeksi di Eropa melonjak sepanjang musim gugur dan menjelang musim dingin.

 

Ankara, Turki (Xinhua) – Otoritas dan pakar kesehatan Turki memperingatkan bahwa Turki kemungkinan akan kembali menghadapi gelombang infeksi COVID-19 dalam beberapa pekan mendatang karena meningkatnya jumlah kasus di Eropa.

Menurut sebuah laporan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, 15 negara Eropa melaporkan peningkatan kasus. Ini menjadi lonjakan pertama dalam kasus virus corona di seluruh kawasan itu sejak dimulainya gelombang BA.5 terbaru.

Gelombang COVID-19 di Eropa kerap menandakan adanya peningkatan kasus di Turki pada masa mendatang.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa lonjakan di Eropa “biasanya mengimbas Turki dalam tiga hingga empat pekan” dan mereka memperkirakan Turki akan mengalami peningkatan infeksi serupa.

Vedat Bulut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Medis Turki, mengungkapkan bahwa di masa lalu, sebagian besar subvarian virus corona di Turki berasal dari kota-kota pelabuhan Eropa dan tren ini dapat terulang.

“Pandemi saat ini menyebar jauh lebih cepat dari sebelumnya, mengingat cara transportasinya beragam dan lebih cepat,” katanya kepada Xinhua.

Para pakar memperingatkan bahwa karena pandemik belum berakhir, dan dikombinasikan dengan flu musiman, angka kematian dapat meningkat di Turki maupun negara-negara lain.

Gelombang COVID-19 di Turki
Seorang pasien COVID-19 dirawat di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit di Ankara, Turki, pada 6 Oktober 2022. (Xinhua/Mustafa Kaya)

Erdinc Kara, seorang dokter umum di Ankara, ibu kota Turki, menuturkan bahwa semakin banyak pasien dengan gejala terkait COVID datang untuk berobat sejak awal pekan ini.

“Orang-orang akan lebih banyak berada di dalam ruangan dan itu berisiko menyebarkan virus corona. Masyarakat harus bersiap menghadapi varian yang dapat menghindari sistem kekebalan yang dapat memicu gelombang musim gugur-musim dingin,” ujarnya kepada Xinhua.

“Meski sekarang kita sudah memiliki vaksin yang efisien, virus corona adalah ancaman yang tangguh dan serius bagi kesehatan manusia, dan virus tersebut masih menyebabkan kematian,” tambahnya.

Nurdan Kokturk, spesialis penyakit paru-paru di Fakultas Kedokteran Universitas Gazi di Ankara, memperingatkan bahwa jika warga tidak mematuhi aturan kebersihan yang ditetapkan, “musim dingin ini akan menjadi sangat sulit.”

“Sekolah telah dibuka kembali, dan penyakit paru-paru muncul kembali dalam tren yang mengkhawatirkan. Kita semua memiliki kewajiban untuk melindungi diri kita sendiri,” paparnya kepada media setempat.

“Terbukti bahwa vaksin sangat efisien untuk memerangi COVID-19 di seluruh dunia. Oleh karena itu, orang-orang harus mendapatkan suntikan penguat (booster) untuk mendapatkan kekebalan yang efisien. Jika tidak, situasi akan berubah total,” tambah sang dokter.

Koca juga menyebutkan vaksinasi adalah “langkah paling penting” yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi virus. Sang menteri meminta warga lanjut usia dan orang-orang yang berisiko dengan penyakit kronis untuk segera mendapatkan suntikan booster mereka.

Sejak kasus pertama dilaporkan di Turki pada Maret 2020, lebih dari 101.000 orang meninggal, sementara total kasus mencapai angka 16,8 juta, menurut statistik resmi.

Penulis: Burak Akinci

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan