Banner

‘Indeks Ekskavator’ cerminkan vitalitas pembangunan infrastruktur China

Foto dari udara ini menunjukkan lokasi pembangunan proyek etilena di Tianjin, China utara, pada 9 Februari 2023. Kota Tianjin mengumumkan 673 proyek konstruksi utama pada 2023, dengan total investasi senilai 1,53 triliun yuan (1 yuan = Rp 2.223). (Xinhua/Sun Fanyue)

Pembangunan infrastruktur di China melonjak sejak awal Tahun Baru Imlek, dengan peningkatan signifikan terjadi di Beijing, Hebei, Henan, Mongolia Dalam, dan Shandong.

 

Changsha, China (Xinhua) – Operator ekskavator bernama Xu Zhengtao bekerja tanpa henti selama Festival Musim Semi di sebuah proyek pembangunan real estate komersial di Provinsi Hubei, China tengah.

Ini merupakan proyek ke-15 yang dikerjakan Xu selama setahun terakhir. “Semakin sering ekskavator saya bekerja, semakin banyak pula uang yang bisa saya hasilkan,” ujarnya, tanpa mengetahui bahwa tingkat pengoperasian dan beban kerja setiap ekskavator diagregasikan ke dalam ‘indeks ekskavator’ yang berfungsi sebagai indikator pembangunan infrastruktur di China.

Berdasarkan platform Industrial Internet of Things (IIoT) milik ROOTCLOUD, penyedia layanan internet industri, indeks tersebut melacak tingkat pengoperasian ratusan ribu mesin konstruksi di seluruh China.

Indeks tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengoperasian mesin konstruksi terus meningkat sejak awal Tahun Baru Imlek. Terjadi lonjakan proyek pembangunan di seluruh China, dengan peningkatan signifikan terjadi di Beijing, Hebei, Henan, Mongolia Dalam, dan Shandong.

“Kami menyaksikan peluncuran proyek-proyek konstruksi besar di seluruh negara ini. Lonjakan Indeks Ekskavator ini membuktikan bahwa ekonomi sedang mengalami pemulihan dan pembangunan infrastruktur berjalan dengan cepat,” ungkap He Dongdong, salah satu pendiri sekaligus CEO ROOTCLOUD.

Kenaikan indeks itu juga dikonfirmasi di banyak lokasi pembangunan proyek.

Proyek rekonstruksi bandara di Changsha, ibu kota Hunan, saat ini sedang berlangsung secara penuh, dengan hampir 100 mesin penggali, derek menara, derek truk, dan bor putar digunakan dalam proyek tersebut, serta lebih dari 400 pekerja konstruksi bekerja keras di lokasi.

“Proyek-proyek konstruksi biasanya akan dilanjutkan kembali setelah Festival Lentera (hari ke-15 di bulan pertama dalam kalender lunar China), tetapi, banyak proyek sudah dimulai sejak hari ketujuh di bulan pertama dalam kalender lunar tahun ini,” tutur Li Xiaocong, kepala insinyur teknis di proyek yang berada di bawah naungan General Construction Company of CCFED Co. Ltd.

Perusahaan tersebut melanjutkan kembali pembangunan di delapan proyek besar di Hunan, Jiangxi, Fujian, dan Sichuan.

Proyek-proyek besar memainkan peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi China, yang pada gilirannya merangsang perkembangan industri mesin konstruksi.

“Produksi truk pompa beton kami meningkat dari sekitar 100 unit per bulan pada paruh kedua tahun lalu menjadi lebih dari 240 unit per bulan,” kata Xie Changhong, yang bekerja untuk produsen alat berat terkemuka China, SANY Group.

Selain proyek infrastruktur berskala besar seperti jalur kereta, jalan raya, bandara, dan konservasi air, daftar itu juga mencakup proyek-proyek yang melibatkan peralatan kelas atas, energi baru, dan ekonomi digital.

Di Shanghai, 77 dari 191 proyek besar yang direncanakan untuk kota metropolitan tersebut pada tahun ini berkaitan dengan industri ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

“Sejak awal tahun ini, China meningkatkan perencanaan proyek dan investasi serta mempromosikan pengembangan industri-industri emerging, yang memberikan sinyal positif untuk meneruskan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar,” ujar Sun Ting, Chairman Hualun Bobang Project Management Co., Ltd.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan