Pemuda Palestina sedang cari pekerjaan tewas ditembak saat masuk Yerusalem Timur

Foto yang diabadikan pada 23 Februari 2023 ini menunjukkan pemandangan permukiman Israel di Givat Zeev di wilayah Tepi Barat yang diduduki. (Xinhua/Muammar Awad)

PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang warga Palestina berusia 20 tahun yang dilaporkan sedang mencari pekerjaan tewas ditembak pada Senin (13/7) saat berupaya melintasi pagar pembatas Israel menuju Yerusalem Timur, ujar badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyampaikan bahwa korban berupaya melintasi pagar pembatas di area Bir Nabala menuju Yerusalem Timur. Kantor tersebut tidak mengungkapkan identitas pelaku penembakan maupun pihak yang berafiliasi dengannya.

"Warga Palestina harus senantiasa dilindungi, dan dalam konteks penegakan hukum, penggunaan kekuatan mematikan harus menjadi pilihan terakhir," ujar OCHA.

Pada Oktober 2023, otoritas Israel mencabut atau menangguhkan sebagian besar izin yang diberikan kepada warga Palestina untuk memasuki Yerusalem Timur dan Israel, baik untuk tujuan pekerjaan maupun keperluan lainnya.

Israel mulai membangun pagar pembatas yang berkelok-kelok pada 2002 dalam upaya menghentikan gelombang serangan warga Palestina.

Hingga 6 Juni, komunitas kemanusiaan PBB di wilayah Palestina yang diduduki telah mencatat tewasnya 20 warga Palestina serta terlukanya lebih dari 290 lainnya yang dilaporkan sedang berupaya melintasi pagar pembatas tersebut, papar OCHA.

Terkait Gaza, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyampaikan pihaknya terakhir kali diizinkan membawa masuk pakan ternak pada 4 Juni.

Sejak awal Februari, harga pakan ternak di pasar setempat telah meningkat dua atau tiga kali lipat, bergantung pada jenisnya, sehingga menghambat capaian FAO baru-baru ini dalam menekan angka kematian ternak serta meningkatkan populasi kambing dan domba.

"Untuk melindungi hewan ternak dan memperkuat ketersediaan pangan setempat, badan-badan kemanusiaan menyerukan dibukanya kembali akses impor pakan ternak, serta masuknya pasokan pertanian esensial secara penuh dan tanpa hambatan oleh sektor swasta maupun komunitas bantuan," imbuh OCHA.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait