
Uni Eropa gelontorkan dana 1 miliar dolar AS untuk dukung pemulihan Gaza

Warga Palestina memadamkan api usai serangan udara Israel di wilayah Sabra di selatan Gaza City pada 12 Juli 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Brussel, Belgia (Xinhua) – Uni Eropa (UE) pada Senin (13/7) mengumumkan paket internasional senilai hampir 900 juta euro atau sekitar 1 miliar dolar AS untuk mendukung pemulihan awal Gaza, sekaligus menegaskan kembali dukungan keuangan bagi Otoritas Palestina dan upaya reformasinya.
*1 euro = 20.714 rupiah
**1 dolar AS = 18.131 rupiah
Saat berbicara usai menghadiri pertemuan Kelompok Donor Palestina di Brussel, Komisioner UE untuk Mediterania Dubravka Suica mengatakan bahwa inisiatif "Team Gaza" yang baru diluncurkan ini telah mendapatkan paket pemulihan awal senilai hampir 900 juta euro, termasuk 257 juta euro (sekitar 292 juta dolar AS) yang diusulkan oleh Komisi Eropa dan Bank Investasi Eropa.
Inisiatif tersebut, yang diikuti oleh sejumlah negara Eropa, Jepang, Swiss, Kanada, Australia, Bank Dunia, serta mitra-mitra lainnya, akan berfokus pada pemulihan layanan-layanan esensial, pembangunan kembali infrastruktur penting, dan penguatan tata kelola di Gaza.
Suica mengatakan UE juga telah mencapai kesepakatan dengan Israel untuk melanjutkan dua proyek pemulihan awal di bidang pasokan air dan pengelolaan limbah padat, sambil menekankan bahwa implementasi yang efektif memerlukan gencatan senjata, akses kemanusiaan yang aman, kerja sama dengan Israel dan Otoritas Palestina, serta peletakan senjata oleh Hamas.
Dia menyerukan agar pendapatan pajak Palestina yang ditahan oleh Israel segera dicairkan, seraya mengatakan bahwa dana tersebut sangat penting bagi Otoritas Palestina untuk terus membayar gaji dan menyediakan layanan publik dasar.
Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa menyambut baik inisiatif UE tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah Palestina telah mencapai kemajuan signifikan dalam agenda reformasinya meskipun menghadapi tekanan politik dan keuangan yang kian meningkat.
Mustafa mendesak dukungan internasional yang lebih besar bagi pemulihan Gaza, seraya menegaskan bahwa rekonstruksi akan membutuhkan peningkatan kondisi keamanan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan pembukaan kembali perlintasan perbatasan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jutaan pemilih di Turkiye datangi TPS, berikan suara dalam pemilu presiden dan parlemen
Indonesia
•
15 May 2023

AS tegaskan kembali komitmen terhadap Taiwan di tengah krisis Rusia-Ukraina
Indonesia
•
17 Feb 2022

Xinhua teken kesepakatan dengan media dan institusi asing untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
04 Dec 2023

Perundingan Iran-AS di Qatar resmi berakhir, Teheran soroti pelanggaran MoU
Indonesia
•
02 Jul 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
