Iran klaim tutup Selat Hormuz, AS tegaskan jalur pelayaran internasional tetap terbuka

Foto yang disediakan oleh Kementerian Informasi Oman pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan pemandangan Selat Hormuz. (Xinhua)

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Pusat Informasi Maritim Gabungan (Joint Maritime Information Center) yang dipimpin Amerika Serikat (AS) pada Ahad (12/7) menyatakan bahwa meski Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, rute selatan di sepanjang pesisir Oman tetap dapat dilalui dan telah diperluas untuk mengakomodasi lalu lintas dua arah.

Pemberitahuan tersebut, yang dirilis oleh Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO), mengutip informasi tambahan dari Komando Pusat Pasukan Angkatan Laut (Naval Forces Central Command/NAVCENT) AS, yang menyatakan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perairan internasional dan tidak tunduk pada paksaan atau kendali negara mana pun.

"Meski Iran mengeklaim bahwa Selat tersebut ditutup, pasukan AS siap untuk menjaga kebebasan navigasi dan melindungi perdagangan yang sah," kata NAVCENT, seraya menambahkan bahwa rute selatan melalui selat tersebut tetap dibuka.

Menurut pemberitahuan tersebut, tingkat ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz tetap berada pada level "serius." Pemberitahuan itu juga mengingatkan para pelaut untuk tetap waspada terhadap kawasan bahaya ranjau di dalam Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) tradisional.

Setelah pecahnya konflik AS-Israel-Iran, TSS tradisional di Selat Hormuz tidak lagi layak digunakan untuk navigasi akibat ancaman ranjau.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara AS dan Iran, dua rute transit alternatif secara efektif muncul, yakni rute utara yang dikendalikan oleh Iran dan rute selatan di sepanjang pesisir Oman, tempat pasukan AS memberikan dukungan navigasi dan koordinasi.

Data yang dihimpun oleh berbagai platform informasi maritim menunjukkan bahwa lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menurun tajam dalam beberapa hari terakhir menyusul serangan terhadap kapal-kapal di dekat rute selatan.

Sebagian besar kapal melintas melalui rute utara, sementara hanya sejumlah kecil yang tetap menggunakan rute selatan.

AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan ke Iran, dengan alasan serangan tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial.

Pada Ahad dini hari, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan "sampai berakhirnya campur tangan AS di kawasan ini." 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait