
China terbitkan obligasi pemerintah lokal senilai 625,8 miliar yuan pada Januari 2023

Foto dari udara yang diabadikan pada 16 Februari 2023 ini menunjukkan lokasi pembangunan jembatan besar Wujiang, sebuah proyek utama di jalan bebas hambatan yang menghubungkan Dejiang dan Yuqing, di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Tao Liang)
Obligasi pemeritah daerah China senilai 625,8 miliar yuan atau sekitar 89,95 miliar dolar AS yang diterbitkan pada Januari 2023 memiliki tingkat bunga rata-rata 3,12 persen.
Beijing, China (Xinhua) – Pemerintah daerah di China menerbitkan obligasi senilai 625,8 miliar yuan atau sekitar 89,95 miliar dolar AS pada Januari 2023, menurut Kementerian Keuangan China.Dari total tersebut, penerbitan obligasi khusus mencapai 491,2 miliar yuan pada periode ini, sementara penerbitan obligasi umum mencapai 134,6 miliar yuan, tunjuk data kementerian.Pada Januari, obligasi pemerintah daerah China diterbitkan dengan rata-rata jangka waktu penerbitan 16,6 tahun dan tingkat bunga rata-rata 3,12 persen.Hingga akhir Januari, utang pemerintah daerah di China mencapai sekitar 35,7 triliun yuan, demikian ungkap kementerian itu.Obligasi jangka pendek
Sebelumnya, pada 21 Februari lalu, Bank sentral China menerbitkan surat obligasi jangka pendek senilai 25 miliar yuan di Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong.Dari total yang diterbitkan, obligasi senilai 10 miliar yuan akan jatuh tempo dalam tiga bulan, sedangkan sisa obligasi senilai 15 miliar yuan akan jatuh tempo dalam satu tahun, dengan suku bunga masing-masing 2,4 persen dan 2,75 persen, menurut People's Bank of China (PBOC), bank sentral negara itu.Penerbitan obligasi ini disambut baik oleh investor luar negeri, dengan total bidding melebihi 70 miliar yuan, kira-kira 2,8 kali lipat lebih dari nilai yang diterbitkan, kata PBOC.Bidding itu mencerminkan daya tarik yang kuat dari aset renminbi bagi investor luar negeri dan kepercayaan investor global terhadap ekonomi China, imbuh PBOC.Sejak November 2018, bank sentral China itu secara bertahap membentuk sebuah mekanisme penerbitan obligasi jangka pendek renminbi secara reguler di Hong Kong.Penerbitan reguler ini tidak hanya memperkaya produk investasi renminbi dan alat manajemen likuiditas di pasar Hong Kong, tetapi juga mendorong lembaga keuangan domestik, perusahaan, maupun entitas lain untuk menerbitkan obligasi renminbi di pasar luar negeri, kata PBOC.*1 yuan = 2.193 rupiah**1 dolar AS = 15.216 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Urumqi di Xinjiang catat rekor jumlah wisatawan pada 2023
Indonesia
•
04 Jan 2024

Penjualan NEV melejit seiring pesatnya pertumbuhan industri di China
Indonesia
•
04 Jul 2023

Harga minyak mentah Indonesia turun menjadi 37,43 dolar AS per barel pada September
Indonesia
•
07 Oct 2020

Harga minyak di Asia turun, tertekan pelepasan cadangan strategis
Indonesia
•
22 Nov 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
