
Peneliti China tingkatkan efisiensi sel perovskite secara signifikan

Foto dari udara yang diabadikan pada 13 Juli 2023 ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Rockcheck Group di Tianjin, China utara. (Xinhua/Zhao Zishuo)
Sel surya perovskite, merupakan sel surya generasi ketiga, memiliki batas atas dengan efisiensi tinggi, biaya rendah, dan karakteristik fisik yang fleksibel, sehingga dianggap sebagai sebuah material baru yang revolusioner.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China mencetak rekor baru dengan meningkatkan efisiensi konversi daya sel surya perovskite hingga 25,4 persen, menurut sebuah artikel penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Science.Sebagai sel surya generasi ketiga, sel surya perovskite memiliki batas atas dengan efisiensi tinggi, biaya rendah, dan karakteristik fisik yang fleksibel, sehingga dianggap sebagai sebuah material baru yang revolusioner.Kendati demikian, efisiensi produksi listrik dari sel perovskite saat ini belum mencapai level wafer silikon fotovoltaik tradisional, kata Ye Fangyuan, seorang doktor dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China Timur (East China University of Science and Technology/ECUST) sekaligus salah satu penulis utama artikel penelitian tersebut. Oleh karena itu, para peneliti kini sedang mengeksplorasi cara untuk menjadikan sel perovskite lebih efisien.Banyak material hole-transport yang digunakan dalam sel surya perovskite yang terinversi bersifat terlalu hidrofobik untuk membasahi prekursor perovskite atau dapat bereaksi dengan perovskite, yang menyebabkan buried interface di antara lapisan-lapisan ini menghasilkan kecacatan yang membatasi kinerja.Para peneliti dari ECUST melaporkan sebuah transporter lubang molekuler amfifilik, asam fosfonat, yang membentuk sebuah lapisan bawah yang sangat basah untuk deposisi perovskite, yang memungkinkan film perovskite berkualitas tinggi dengan kecacatan yang diminimalkan pada buried interface.
Foto dari udara yang diabadikan pada 31 Oktober 2019 ini menunjukkan modul surya di sebuah kawasan industri pembangkit listrik fotovoltaik di Kota Golmud, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Wu Gang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

52 persen populasi global derita sakit kepala setiap tahun, 14 persen alami migrain
Indonesia
•
12 Apr 2022

PLTA China hasilkan 38,9 miliar kWh listrik pada 2021
Indonesia
•
01 Jan 2022

Tembok-tembok kota dari dinasti tertua di China ditemukan di China tengah
Indonesia
•
15 Mar 2025

China akan gelar forum kerja sama antariksa dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia
Indonesia
•
18 Apr 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
