
Perusahaan tambang Botswana gunakan AI untuk cari deposit berlian baru

Seorang pegawai KGK Diamonds Botswana memeriksa sebuah berlian di Gaborone, Botswana, pada 18 Januari 2023. (Xinhua/Tshekiso Tebalo)
Botswana Diamonds akan memanfaatkan teknologi prospektivitas mineral Planetary AI Ltd Xplore yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan International Geoscience Services Limited, sebuah sistem yang menggunakan perpaduan unik antara teknologi semantik dan pembelajaran mesin (machine learning).
Gaborone, Botswana (Xinhua) – Botswana Diamonds (BOD), perusahaan pertambangan yang melantai di Bursa Efek Botswana (Botswana Stock Exchange/BSE), mengadopsi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menemukan cadangan berlian baru.Informasi terbaru dari para pemangku kepentingan perusahaan itu yang dirilis pada Selasa (9/4) menguraikan bahwa penggunaan AI akan membantu dalam "pencarian komprehensif" untuk menemukan deposit berlian baru dan kemungkinan sejumlah mineral lainnya."Basis data mineral kami di Botswana sangat besar, terlalu besar untuk dianalisis secara tepat waktu oleh manusia," ujar Chairman BOD John Teeling, seraya memaparkan bahwa basis data mineral milik perusahaan itu terdiri dari 95.000 kilometer persegi data, 375.000 kilometer data geofisika dari udara, 606 survei geofisika darat, 228.000 hasil sampel tanah, 32.000 log lubang pengeboran, dengan total data mencapai 380 gigabita dan 260.000 dokumen.Dia menyampaikan bahwa basis data yang sangat besar itu cocok untuk dianalisis menggunakan model data besar berbasis komputer dan teknik-teknik kecerdasan buatan yang dapat menganalisis data dalam jumlah besar dalam waktu singkat. "Kami memasukkan data itu dan menciptakan berbagai model dari pengetahuan yang kami miliki, baik secara teoretis maupun faktual," imbuhnya.
Truk-truk mengantre untuk memuat bebatuan di Tambang Jwaneng, sebuah tambang terbuka yang berlokasi sekitar 160 kilometer di sebelah barat daya Gaborone, Botswana, pada 11 Mei 2023. (Xinhua/Tshekiso Tebalo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies kodok baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
07 Aug 2023

Ilmuwan sebut galaksi Bima Sakti ternyata "lebih ramping" dari perkiraan awal
Indonesia
•
05 Oct 2022

SpaceX berencana lakukan uji terbang keempat Starship pada pekan ini
Indonesia
•
07 Jun 2024

Tim ilmuwan China kembangkan metode penyuntingan gen untuk kurangi tinggi tanaman jagung
Indonesia
•
12 Feb 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
