Pembukaan kembali China dorong pertumbuhan pariwisata Kamboja dan dunia

Para wisatawan mengunjungi situs bersejarah Wat Phnom di Phnom Penh, Kamboja, pada 29 Januari 2019. (Xinhua/Phearum)

Kunjungan wisatawan China ke Kamboja diharapkan akan mencapai satu juta orang pada 2023 setelah pembukaan kembali China pada 8 Januari lalu.

 

Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Menteri Pariwisata Kamboja Thong Khon pada Rabu (11/1) mengatakan bahwa optimalisasi kebijakan pengendalian pandemik China akan memberikan momentum baru bagi pertumbuhan pariwisata di Kamboja dan seluruh dunia.

“Atas nama pemerintah dan Kementerian Pariwisata (Kamboja), saya ingin menyambut kembalinya wisatawan China ke Kamboja,” ujarnya kepada Xinhua.

“Seperti yang kita ketahui, China merupakan pasar pariwisata outbound terpenting bagi dunia, sehingga pelanjutan pariwisata outbound di China sangat menguntungkan tidak hanya bagi Kamboja, tetapi juga bagi seluruh dunia,” katanya.

Khon mengatakan bahwa negara Asia Tenggara itu siap menyambut warga, wisatawan, dan investor China, seraya mengatakan bahwa mereka telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan sosial-ekonomi dan pengentasan kemiskinan di negara kerajaan itu.

“Setelah pembukaan kembali China pada 8 Januari lalu, kami berharap Kamboja dapat menarik sedikitnya satu juta wisatawan China pada 2023,” ujarnya, seraya mengatakan bahwa Kamboja hanya menerima 110.000 wisatawan China pada 2022.

Menjelang Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek, sang menteri berharap lebih banyak wisatawan China akan menghabiskan liburan mereka di Kamboja pada kesempatan itu.

Kamboja menerima 2,36 juta wisatawan China di era prapandemi COVID-19 pada 2019, menghasilkan pendapatan senilai sekitar 1,8 miliar dolar AS, menurut Kementerian Pariwisata Kamboja.

Kunjungan wisatawan China
Sejumlah wisatawan China mengunjungi patung mendiang Ayah Raja Kamboja Norodom Sihanouk di Phnom Penh, Kamboja, pada 30 Januari 2019. (Xinhua/Phearum)

Khon mengatakan jumlah kunjungan wisatawan China ke Kamboja diperkirakan akan mencapai level prapandemi pada 2024.

Thourn Sinan, ketua organisasi Pacific Asia Travel Association – Cambodia Chapter, setuju bahwa dimulainya kembali pariwisata outbound China akan mendorong pertumbuhan pariwisata global yang meliputi Kamboja di era pascapandemi.

“Tidak hanya Kamboja, tetapi dunia juga sedang menantikan kembalinya wisatawan China ke negara-negara mereka,” ujarnya kepada Xinhua.

Sinan mengatakan China merupakan salah satu sumber wisatawan utama bagi Kamboja, seraya menyebutkan bahwa kehadiran wisatawan China memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pariwisata di negara kerajaan itu.

“Kami siap menyambut (wisatawan China) dan kami cukup sibuk beberapa pekan terakhir untuk mendesain ulang paket wisata dan layanan untuk wisatawan China, jadi ini kabar yang sangat baik bagi kami semua,” katanya.

Sinan mengatakan bahwa Kamboja merupakan destinasi populer bagi wisatawan dan investor China, mengingat kedua negara itu memiliki hubungan yang erat dan bersejarah.

Dalam pidato publiknya pada bulan ini, Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen mengatakan bahwa kehadiran wisatawan China sangat penting bagi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Kamboja, dan negara itu tidak akan mengikuti beberapa negara lain yang memberlakukan pembatasan yang berkaitan dengan COVID-19 terhadap kedatangan wisatawan China.

Pariwisata merupakan satu dari empat pilar utama yang menopang perekonomian Kamboja. Di era prapandemi, negara itu mencatat kedatangan 6,6 juta wisatawan mancanegara pada 2019, menghasilkan pendapatan senilai 4,92 miliar dolar AS yang menyumbangkan 12,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu.

Kamboja terkenal dengan tiga situs warisan dunia, yaitu Taman Arkeologi Angkor di Provinsi Siem Reap, Kuil Preah Vihear di Provinsi Preah Vihear, dan Situs Arkeologi Sambor Prei Kuk di Provinsi Kampong Thom.

Selain itu, Kamboja memiliki garis pantai yang masih asli sepanjang 450 km yang membentang di empat provinsi di sebelah barat daya negara itu.

*1 dolar AS = 15.366 rupiah

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan