Perusahaan China dan luar negeri tingkatkan kerja sama untuk kurangi emisi karbon

Pakaian tahan asam dan alkali dipamerkan di pameran layanan lingkungan yang merupakan bagian dari Pameran Perdagangan Jasa Internasional China (China International Fair for Trade in Services/CIFTIS) 2023 di Beijing, ibu kota China, pada 2 September 2023. (Xinhua/Ren Chao)

Teknologi cloud milik Amazon dapat mengurangi jejak karbon pelanggan hingga hampir 80 persen, dan perusahaan itu menargetkan untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 96 persen pada 2025 mendatang.

 

Beijing, China (Xinhua) – Sepeda, furnitur, kotak penyimpanan, dan produk-produk lain yang terbuat dari bambu mencuri perhatian para pengunjung Pameran Perdagangan Jasa Internasional China (China International Fair for Trade in Services/CIFTIS) 2023 yang digelar di Beijing dari 2 hingga 6 September.

Stan-stan yang memamerkan produk-produk tersebut didirikan oleh Organisasi Bambu dan Rotan Internasional, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida global dengan mengganti produk plastik dengan produk bambu.

Di salah satu stan, Sichuan Vanov New Material Co., Ltd. memamerkan merek kertas serat bambu bernama ‘Babo’. Pada 2021, perusahaan ini bekerja sama dengan Starbucks untuk membuat material baru dengan mencampurkan bubuk kopi dan serat bambu alami, sehingga membantu raksasa kopi Amerika Serikat tersebut mengurangi secara signifikan emisi karbon dioksida pada material kemasan.

“Di CIFTIS, kami berharap dapat menemukan lebih banyak mitra yang memperjuangkan konsep pembangunan berkelanjutan rendah karbon, dan bersama-sama melindungi rumah kita, Bumi,” kata Huang Manqi, staf di stan Vanov.

Pada CIFTIS tahun ini, sejumlah besar partisipan dari China dan luar negeri bersatu dalam upaya mereka untuk mengurangi emisi karbon global, yang didorong oleh keyakinan bersama dalam mengejar pembangunan hijau.

Pembangunan hijau dalam perdagangan jasa global telah menjadi tren umum, dan diperkirakan memiliki prospek yang menjanjikan serta potensi yang besar, demikian menurut laporan yang dirilis dalam ajang CIFTIS 2023.

Laporan itu juga mencatat bahwa pertukaran dan kerja sama internasional dalam mengurangi emisi karbon dioksida akan semakin mendalam.

Veolia merupakan perusahaan transnasional Prancis yang merancang dan menyediakan solusi pengelolaan air, limbah, dan energi. Sejak memasuki China pada awal 1990-an, perusahaan ini telah berkontribusi terhadap transformasi ekologis di seantero China.

Pembangunan hijau dan transformasi ekologis merupakan bidang utama dalam pertukaran dan kerja sama internasional China dengan dunia, dan itu memainkan peran yang sangat penting dalam hubungan China dengan negara-negara dan kawasan-kawasan besar, kata Huang Xiaojun, Wakil Presiden Senior Veolia China, di sebuah forum yang diselenggarakan dalam ajang CIFTIS 2023.

Huang menyoroti pentingnya ekonomi sirkular, serta menekankan bahwa ekonomi sirkular membantu masyarakat menghemat dan menggunakan kembali sumber daya, yang merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan hijau.

“Veolia bersedia memberikan kontribusinya dengan cara menjalin kerja sama dengan orang-orang dari seluruh lapisan masyarakat di China untuk melindungi rumah kita yang indah melalui transisi hijau dan rendah karbon,” imbuh Huang.

Sebagai perusahaan teknologi inovatif, Amazon menegaskan kembali komitmennya dalam menggunakan sarana digital demi memberdayakan pengguna industri untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

“Para pelanggan perusahaan dapat mengurangi jejak karbon mereka hanya dengan memindahkan bisnis mereka ke cloud,” kata Marco Su, manajer senior di Amazon Web Services Kawasan China Raya.

Su menambahkan bahwa teknologi cloud milik Amazon dapat mengurangi jejak karbon pelanggan hingga hampir 80 persen, dan perusahaan itu menargetkan untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 96 persen pada 2025 mendatang.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan