Indonesia punya lebih dari 1.500 danau

Indonesia punya lebih dari 1.500 danau
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, saat membuka webinar nasional Database Danau Indonesia dan peluncuran buku Identifikasi Danau Indonesia: Peranan Strategis dari Ketersediaan Data Dasar Danau-danau di Indonesia pada Kamis (3/12). (LIPI)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Indonesia diperkirakan memiliki 1.575 danau yang terdiri atas 840 danau besar dan 735 situ (danau kecil), dengan luas total sekitar 491.724 hektare, menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2016.

“Fungsi danau sebagai sumber dan penampung air sering dilupakan. Belum ada koordinasi dan batas yang jelas antara pusat dan daerah terkait instansi yang bertanggungjawab mengelola danau. Padahal peran danau sangat penting bagi mayarakat,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, saat membuka webinar nasional Database Danau Indonesia dan peluncuran buku Identifikasi Danau Indonesia: Peranan Strategis dari Ketersediaan Data Dasar Danau-danau di Indonesia pada Kamis (3/12).

Dia berharap buku seri identifikasi danau yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dapat menjadi data awal untuk membuat sistem data danau nasional yang dapat menjadi rujukan.

Sementara itu, Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, mengatakan pembahasan tentang danau tidak sebatas pada jumlahnya.

“Sebagai ilustrasi, pengelolaan Danau Toba yang meliputi tujuh kabupaten di Sumatera Utara masih menyimpan persoalan eksploitasi danau yang pelik,” ujarnya.

“Mengembalikan daya dukung dan keberlanjutan danau memerlukan pendekatan riset integratif dan holistik dengan berbagai modifikasi dan kolaborasi seluruh pihak,” kata Kepala LIPI, seraya menambahkan bahwa salah satu upaya LIPI melalui Pusat Penelitian Limnologi adalah menerbitkan buku berseri sebagai upaya menyusun database danau di Indonesia.

Buku Identifikasi Danau Indonesia terdiri atas Seri Sumatera, Seri Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Seri Sulawesi, Seri Maluku-Papua, dan Seri Kalimantan.

Peneliti dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Aan Dianto, menjelaskan bahwa buku tersebut disusun berdasarkan citra satelit tahun tertentu.

“Jumlah dan luasan danau dapat berubah sesuai dinamika lingkungan. Selain itu tutupan awan pada musim hujan menjadi hambatan, karena danau-danau berukuran kecil hingga sangat kecil sulit diiidentifikasi,” ujarnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here