
Antelop Tibet mulai migrasi tahunan jelang melahirkan

Kawanan antelop Tibet betina yang sedang hamil berlari melintasi Jalan Raya Qinghai-Xizang untuk melahirkan bayi-bayi mereka di Danau Zonag di Hoh Xil, Provinsi Qinghai, China barat laut, pada 29 Mei 2023. (Xinhua/Zhang Hongxiang)
Antelop-antelop Tibet yang sedang hamil memulai migrasi tahunan mereka menuju pusat Cagar Alam Nasional Hoh Xil di China barat laut untuk melahirkan.
Xining, China (Xinhua) – Antelop-antelop Tibet yang sedang hamil memulai migrasi tahunan mereka menuju pusat Cagar Alam Nasional Hoh Xil di China barat laut untuk melahirkan, demikian disampaikan kantor pengelola cagar alam tersebut pada Selasa (7/5).Pada Selasa pukul 10.17 waktu setempat, kawanan pertama yang terdiri dari 47 ekor antelop Tibet melintasi Jalan Raya Qinghai-Xizang dalam perjalanan menuju Danau Zonag, yang terletak di pusat Hoh Xil.Beberapa stasiun perlindungan di sepanjang rute migrasi antelop Tibet akan mengambil langkah-langkah seperti kontrol lalu lintas sementara, larangan membunyikan klakson, dan patroli untuk memastikan hewan-hewan tersebut mencapai tempat berkembang biak mereka tanpa gangguan. Kantor pengelola cagar alam tersebut juga akan memantau waktu, jumlah, dan kondisi terkait migrasi.Setiap tahun, setelah musim kawin pada November atau Desember, puluhan ribu ekor antelop Tibet yang hamil mulai bermigrasi ke Hoh Xil pada Mei untuk melahirkan, dan kembali bersama anak-anak mereka sekitar Agustus.
Dua ekor antelop Tibet jantan mengejar seekor antelop betina untuk kawin di Cagar Alam Nasional Qiangtang di bagian utara Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 16 Desember 2023. Musim dingin adalah musim kawin bagi antelop Tibet yang hidup di Cagar Alam Nasional Qiangtang. Musim kawin selama tiga pekan menjadi satu-satunya periode sepanjang tahun ketika antelop jantan terlihat bersama antelop betina. Dijuluki "surga satwa liar", Cagar Alam Nasional Qiangtang merupakan habitat bagi lebih dari 30 jenis hewan liar yang terdaftar dalam katalog perlindungan tingkat nasional di China, termasuk antelop Tibet dan yak liar. (Xinhua/Jiang Fan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap hubungan antara pencairan lapisan es bipolar asimetris dan perubahan iklim global
Indonesia
•
05 Aug 2024

China luncurkan satelit eksperimental baru untuk uji coba teknologi komunikasi
Indonesia
•
08 Dec 2024

Studi: Konsumsi vitamin D berkepanjangan tingkatkan risiko demensia
Indonesia
•
04 Sep 2022

Tim astronom China ungkap penemuan baru tentang dua komet
Indonesia
•
09 Mar 2023


Berita Terbaru

China operasikan platform riset lepas pantai seluas 2 km persergi, mampu simulasikan berbagai skenario perubahan iklim
Indonesia
•
11 Jul 2026

OpenAI luncurkan GPT-5.6, AI baru yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih efisien
Indonesia
•
10 Jul 2026

Limbah pertanian ‘disulap’ jadi bioarang, teknologi China ini capai produksi 50.000 ton per tahun
Indonesia
•
09 Jul 2026

Singapura ciptakan AI medis generasi baru, atasi tekanan akibat penuaan populasi dan penyakit kronis
Indonesia
•
09 Jul 2026
