Warga dari 75 negara ini tak bisa masuk AS

Tangkapan layar pada 15 Januari 2025 dari situs jejaring U.S. Department of State ini menunjukkan alur pengurusan visa imigran. (Indonesia Window)
Amerika Serikat akan menangguhkan proses penerbitan visa untuk 75 negara, termasuk Somalia, Rusia, Afghanistan, Brasil, Iran, Irak, Mesir, Nigeria, Thailand, dan Yaman.
Washington DC, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Rabu (14/1) mengumumkan pihaknya menangguhkan proses penerbitan visa imigran dari 75 negara.
Langkah ini akan berlaku untuk "negara-negara yang migrannya mengambil manfaat dari program kesejahteraan rakyat Amerika dengan tingkat yang tidak dapat diterima. Penangguhan ini akan tetap berlaku sampai AS dapat memastikan bahwa imigran baru tidak akan mengambil kekayaan dari rakyat Amerika," kata departemen tersebut di media sosial X.
Penangguhan tersebut berdampak pada sejumlah negara termasuk Somalia, Haiti, Iran, dan Eritrea, "yang imigrannya kerap menjadi tanggungan publik di AS begitu tiba di sini," kata Departemen Luar Negeri AS.
Sebelumnya pada Rabu yang sama, departemen tersebut mengumumkan dalam sebuah memo bahwa pihaknya akan menangguhkan proses penerbitan visa untuk 75 negara, termasuk Somalia, Rusia, Afghanistan, Brasil, Iran, Irak, Mesir, Nigeria, Thailand, dan Yaman, demikian dilansir oleh Fox News.
Penangguhan itu akan dimulai pada 21 Januari dan akan berlaku tanpa batas waktu hingga departemen tersebut melakukan penilaian ulang terhadap proses penerbitan visa, menurut laporan Fox News.
Langkah tersebut diambil setelah Gedung Putih pada Selasa (13/1) mengumumkan mereka mengakhiri status perlindungan sementara bagi imigran Somalia di tengah tuduhan penipuan di Minnesota.
Pada Senin (12/1), Departemen Luar Negeri AS mengumumkan di media sosial bahwa pihaknya telah mencabut lebih dari 100.000 visa sejak Presiden AS Donald Trump menjabat hampir setahun yang lalu.
Pada November 2025, Trump mengumumkan niatnya untuk menangguhkan secara permanen imigrasi dari negara-negara yang disebutnya sebagai "negara Dunia Ketiga", menyusul tewasnya seorang anggota Garda Nasional setelah ditembak di dekat Gedung Putih oleh seorang warga negara Afghanistan.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Pentagon: Menhan AS dan Israel diperkirakan segera gelar pembicaraan via telepon
Indonesia
•
11 Oct 2024

Haji1443 – Sekjen Liga Muslim Dunia Muhammad Al-Issa sampaikan khotbah Arafah
Indonesia
•
06 Jul 2022

Warga asing curi koleksi Museum Makkah ditangkap
Indonesia
•
10 Nov 2019

Satu-satunya saluran TV nasional Lebanon ditutup sementara karena masalah gaji
Indonesia
•
14 Aug 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
