
Visa dicabut, Presiden Kolombia sebut New York tak lagi layak jadi lokasi markas besar PBB

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kedua dari kanan) berbincang dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro (kedua dari kiri) dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (pertama dari kanan) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-19 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 18 November 2024. (Xinhua/Lucio Tavora)
Presiden Kolombia mengkritik Washington karena mencegah perwakilan Palestina menghadiri Sidang Umum PBB dan kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.
Bogota, Kolombia (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Sabtu (27/9) mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut visanya menunjukkan bahwa New York mungkin tidak lagi cocok menjadi lokasi markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Keputusan AS tersebut melanggar prinsip imunitas yang mendasari PBB, kata Petro, sembari menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional.Pada Jumat (26/9), Petro ikut serta dalam aksi demonstrasi pro-Palestina di luar markas besar PBB di New York, di mana dia meminta tentara AS untuk tidak mengarahkan senjata mereka ke kemanusiaan."Lawan perintah Trump! Patuhi perintah kemanusiaan!" serunya.Sebagai respons, Departemen Luar Negeri AS mengatakan di media sosial pada hari yang sama bahwa "kami akan mencabut visa Petro karena tindakannya yang sembrono dan provokatif."Pada Sabtu, Petro mengatakan melalui media sosial bahwa dia tidak lagi memiliki visa AS. "Saya tidak peduli," tambahnya."Ada imunitas penuh bagi para presiden yang menghadiri Sidang Umum PBB," tulisnya di platform X.Presiden Kolombia tersebut juga mengkritik Washington karena mencegah perwakilan Palestina menghadiri Sidang Umum PBB dan kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza."Menolak masuknya Otoritas Palestina dan mencabut visa saya karena meminta tentara AS dan Israel untuk tidak mendukung genosida, yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan secara keseluruhan, menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak lagi mematuhi hukum internasional," katanya.Petro juga mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap aksi militer Israel di Gaza. Dia mengatakan bahwa AS tidak bisa meraih kejayaan "dengan membunuh bayi-bayi yang tak berdaya."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Kuba tuding AS berupaya 'mengambil alih' negaranya lewat tekanan ekonomi
Indonesia
•
28 Jul 2026

Haji1441 - Saudi tetapkan denda pelanggaran izin haji 10.000 riyal
Indonesia
•
13 Jul 2020

Slovenia mulai prosedur untuk akui Palestina
Indonesia
•
10 May 2024

Seruan persatuan Presiden Argentina dibalas protes anti-pemerintah
Indonesia
•
10 Jul 2022


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
