Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik

Orang-orang berjalan di sepanjang tepi Sungai Kemijoki di Rovaniemi, Finlandia, pada 3 Januari 2026. Rovaniemi, kota yang terletak di Lingkaran Arktik, terkenal di seluruh dunia dengan kegiatan mengamati aurora, olahraga musim dingin, dan kereta luncur rusa kutub. (Xinhua/Zhu Haochen)

Kanada memperkuat pertahanan di Arktik, mencakup peningkatan infrastruktur militer, seperti lapangan udara, hanggar, fasilitas bahan bakar, dan bangunan serbaguna, yang seluruhnya bernilai lebih dari 35 miliar dolar Kanada.

 

Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Kamis (12/3) mengumumkan rencana senilai lebih dari 40 miliar dolar Kanada untuk memperkuat pertahanan dan mendorong pembangunan ekonomi di kawasan Arktik negara itu.

*1 dolar Kanada = 12.438 rupiah

Carney mengatakan bahwa setelah puluhan tahun investasi yang terbatas, Kanada kini berupaya mengamankan wilayah utaranya sekaligus membuka potensi sumber daya alamnya yang sangat besar. "Di era baru ini, kita tidak dapat bergantung pada negara-negara lain untuk keamanan dan kemakmuran kita. Kita mempertahankan dan membangun bersama, Utara sejati yang kuat dan bebas," katanya.

Rencana tersebut mencakup peningkatan infrastruktur militer, seperti lapangan udara, hanggar, fasilitas bahan bakar, dan bangunan serbaguna, yang seluruhnya bernilai lebih dari 35 miliar dolar Kanada. Program ini juga berfokus pada peningkatan dukungan operasional di seluruh wilayah utara guna memperkuat kehadiran serta ketanggapan angkatan bersenjata.

Selain itu, pelaksanaan empat proyek besar dengan total nilai sekitar 10 miliar dolar Kanada telah dipercepat, termasuk pembangunan jalur darat pertama Kanada yang menghubungkan wilayah daratan dengan pelabuhan laut dalam di Samudra Arktik. Proyek ini akan menghubungkan sumber daya mineral penting dengan jaringan jalan raya nasional serta pasar global.

Proyek-proyek tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2030-an.

Wilayah Arktik Kanada, yang mencakup 40 persen daratan negara itu dan 70 persen garis pantainya, membentang sekitar 4 juta kilometer persegi dan menjadi rumah bagi 140.000 lebih penduduk. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait