
Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak

Seorang pria berjalan di antara puing-puing pascaserangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)
Krisis di Lebanon telah memengaruhi sekitar 1,3 juta orang, termasuk hingga 1 juta orang yang mengungsi di dalam negeri dan hampir 100.000 orang yang menyeberang ke Suriah.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah mencapai 773 jiwa, dengan 1.933 orang lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Publik Lebanon pada Jumat (13/3).
Kementerian itu melaporkan peningkatan korban anak-anak, dengan 103 anak tewas dan 326 lainnya terluka.
Krisis ini telah memengaruhi sekitar 1,3 juta orang, termasuk hingga 1 juta orang yang mengungsi di dalam Lebanon dan hampir 100.000 orang yang menyeberang ke Suriah, menurut Imran Riza, wakil koordinator khusus PBB sekaligus koordinator kemanusiaan untuk Lebanon.
Menteri Urusan Sosial Lebanon, Haneen Sayed, menyatakan bahwa anak-anak mencakup hampir setengah dari mereka yang terdampak, sementara wanita dan anak perempuan mencakup lebih dari setengah populasi yang terdampak.
Menanggapi situasi ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat mengumumkan sebuah permohonan bantuan kemanusiaan darurat senilai 325 juta dolar AS untuk Lebanon dalam konferensi pers di Beirut, mendesak solidaritas internasional yang lebih kuat dengan negara tersebut.
*1 dolar AS = 16.899 rupiah
Sejak dimulainya serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat tajam, dengan Hizbullah menembakkan rentetan roket ke komunitas-komunitas yang berada di Israel utara dan Israel menyerang lokasi-lokasi di Lebanon selatan dan timur, yang menurut Israel menjadi basis para anggota dan infrastruktur Hizbullah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait


Berita Terbaru
