
Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon naik jadi 634 jiwa, pengungsi capai 816.000 orang

Puing-puing bangunan terlihat pascaserangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 Maret 2026. Puluhan serangan udara Israel menargetkan berbagai wilayah di Lebanon pada Kamis (5/3) malam waktu setempat dan Jumat (6/3) pagi, menghantam pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di tengah meningkatnya ketegangan militer. (Xinhua/Bilal Jawich)
Korban tewas akibat serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon bertambah menjadi 634 orang, termasuk 91 anak-anak dan 47 perempuan, sementara 1.586 orang lainnya terluka.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Korban tewas akibat serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon bertambah menjadi 634 orang, termasuk 91 anak-anak dan 47 perempuan, sementara 1.586 orang lainnya terluka, kata Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nasreddine pada Rabu (11/3) dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi.
Menurut Nasreddine, permusuhan yang terus berlangsung juga berdampak serius pada sektor kesehatan. Dia melaporkan 22 serangan terhadap fasilitas dan layanan medis, termasuk insiden yang menargetkan ambulans Palang Merah.
Menteri tersebut menambahkan bahwa 15 tenaga kesehatan tewas dan 45 lainnya terluka sejak eskalasi dimulai.
Sementara itu, jumlah orang yang mengungsi akibat pertempuran mencapai 816.000, menurut angka yang diumumkan oleh Menteri Urusan Sosial Haneen Sayed dalam konferensi pers yang sama.
Sayed mengatakan bahwa 816.000 pengungsi telah mendaftar di platform bantuan kementerian tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 126.000 orang saat ini menempati 589 pusat penampungan yang telah ditentukan di berbagai penjuru negara itu.
Sayed menambahkan bahwa pemerintah bekerja di lapangan untuk memandu keluarga pengungsi menuju pusat yang tersedia dan mengatur transportasi guna memastikan mereka sampai ke lokasi yang aman.
Pada 2 Maret, Hizbullah mengumumkan peluncuran roket dari Lebanon menuju Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diumumkan pada 27 November 2024.
Sementara itu, tentara Israel melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "kampanye militer ofensif" terhadap Hizbullah, dengan melakukan serangan udara intensif di berbagai wilayah Lebanon serta serangan darat di perbatasan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

NYT: Dengan kontrak rahasia, AS gunakan ‘spyware’ untuk mata-matai dunia
Indonesia
•
07 Apr 2023

Diriyah diharapkan jadi situs budaya terbesar dunia
Indonesia
•
20 Nov 2019

Sederet perintah eksekutif diteken Trump pada hari pertamanya di Gedung Putih
Indonesia
•
23 Jan 2025

Sekjen PBB anggap pembunuhan pimpinan Hamas di Beirut sebagai perkembangan mengkhawatirkan
Indonesia
•
03 Jan 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
