UE gelontorkan bantuan Rp2,09 triliun untuk militer Lebanon di tengah gencatan senjata yang rapuh

Foto yang dirilis pada 31 Mei 2026 ini menunjukkan pasukan darat Israel melakukan sebuah operasi militer di Beaufort Ridge, Lebanon selatan. (Xinhua/IDF)

Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Eropa (UE) telah setuju untuk memberikan bantuan tambahan sebesar 100 juta euro atau sekitar 116 juta dolar AS kepada Angkatan Bersenjata Lebanon, demikian disampaikan Kaja Kallas, kepala kebijakan luar negeri UE, pada Kamis (4/6).

*1 euro = 20.932 rupiah

**1 dolar AS = 18.039 rupiah

Pengumuman UE tersebut disampaikan ketika gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Lebanon menghadapi tekanan yang semakin besar.

Melalui platform media sosial X, Kallas mengatakan gencatan senjata terbaru antara Israel dan Lebanon memberikan peluang untuk mencegah kembalinya permusuhan berskala penuh. Namun, dia memperingatkan tewasnya seorang personel penjaga perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) serta bentrokan yang masih terus terjadi "menegaskan rapuhnya kesepakatan yang telah dicapai".

Israel dan Lebanon pada Rabu (3/6) di Washington sepakat menerapkan gencatan senjata, yang bergantung pada penghentian total serangan Hizbullah serta evakuasi seluruh anggota Hizbullah dari Sektor Litani Selatan.

 Namun, pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Kamis menegaskan perlawanan terhadap Israel akan terus berlanjut dan permukiman-permukiman Israel akan tetap tidak aman selama pendudukan dan serangan terhadap wilayah Lebanon masih berlangsung.

Sementara itu, seorang personel penjaga perdamaian UNIFIL tewas dalam insiden semalam akibat serangan yang menurut Israel berasal dari mortir yang ditembakkan oleh Hizbullah.

Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis menyatakan harapannya agar perundingan yang sedang berlangsung di Washington antara pihak Lebanon, Amerika Serikat, dan delegasi Israel dapat membuahkan hasil yang positif, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon bagian selatan serta pengerahan Angkatan Darat Lebanon hingga ke perbatasan yang diakui secara internasional.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait