
IRGC klaim serang pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania

Anggota Badan Pertahanan Sipil Bahrain memadamkan kebakaran yang dipicu oleh puing-puing 'drone' Iran yang jatuh setelah dicegat di Hamad Town, Bahrain, pada 11 Juni 2026. (Xinhua/Kementerian Dalam Negeri Bahrain)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Jumat (24/7) menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan balasan baru terhadap sejumlah pangkalan militer dan aset Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh media resmi IRGC, Sepah News, kelompok tersebut menyatakan serangan baru ini dilakukan sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai "kejahatan" AS terhadap Iran.
IRGC menyatakan pasukannya telah menyerang dan menghancurkan sebuah gudang amunisi AS yang "sangat besar" di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dengan menggunakan drone kamikaze yang "canggih dan sangat berat."
IRGC menambahkan pasukannya juga melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas yang menampung pasukan AS di pangkalan tersebut, hingga menimbulkan korban.
Selain itu, pasukan IRGC juga menyelesaikan operasi militer sebelumnya yang menargetkan pusat data perusahaan AS, Amazon, di Bahrain, dan menghancurkan bangunan yang tersisa, imbuh IRGC.
IRGC lebih lanjut mengeklaim telah menghancurkan tiga gudang amunisi dan perlengkapan AS di Kamp Al-Adiri di Kuwait, serta menyerang menara pengawas markas Armada Kelima AS di Bahrain, yang mengakibatkan kerusakan parah.
IRGC juga menyatakan pasukan udara mereka telah melancarkan serangan "dahsyat" terhadap Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, yang mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah pesawat tempur AS.
IRGC menambahkan bahwa barak-barak yang menampung pasukan AS di pangkalan udara tersebut juga telah diserang, sehingga menimbulkan korban di kalangan personel AS.
Menurut IRGC, pasukannya melancarkan operasi "mendadak" terhadap posisi militer AS di Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan Irak, yang berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Patriot dan sebuah balon mata-mata, serta menyerang fasilitas tempat tinggal pasukan AS.
IRGC juga mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebuah rudal jelajah AS di atas Kahnuj County, Iran tenggara, pada Kamis (23/7) malam.
Sebelumnya pada Jumat, Angkatan Darat Iran mengumumkan dalam sebuah pernyataan di situs jejaring resminya bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah pusat militer AS yang "penting" di Yordania dan Bahrain dalam serangkaian serangan drone terbaru.
Sementara itu, Komando Pusat (CENTCOM) AS menulis di platform media sosial X pada Jumat dini hari bahwa pasukannya telah "berhasil menyelesaikan serangan terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut."
Dalam pernyataan itu disebutkan pula bahwa pasukan AS telah menyerang "pusat-pusat komando militer Iran, fasilitas penyimpanan drone, jaringan komunikasi, pos-pos pengawasan pesisir, dan kemampuan maritim untuk semakin mengurangi ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz."
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 55 orang tewas dan 629 lainnya luka-luka dalam serangan AS terhadap Iran sejak 27 Juni.
Militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap provinsi-provinsi di Iran selatan dalam beberapa hari terakhir, menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan pasukan Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz, serta bertujuan untuk "melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial."
Iran membalasnya dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China: Latihan militer cegah kolusi antara AS dan Taiwan
Indonesia
•
05 Aug 2022

Cendekiawan: Pembuangan air limbah nuklir Jepang "pengkhianatan" terhadap kepercayaan Pasifik
Indonesia
•
29 Aug 2023

Korsel sangat sesalkan persembahan PM Jepang ke Kuil Yasukuni
Indonesia
•
23 Apr 2025

Feature – Ancaman terus hantui Gaza saat bantuan makin berkurang
Indonesia
•
21 May 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
