
Prosedur pemeriksaan baru hambat masuknya bantuan ke Gaza

Foto yang diabadikan pada 13 November 2025 ini menunjukkan truk-truk yang mengangkut barang komersial dan masuk melalui perlintasan Zikim di Jalur Gaza utara. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Prosedur pemeriksaan baru yang lebih lambat yang diterapkan Israel di satu-satunya pos perlintasan kargo yang masih beroperasi untuk memasukkan barang ke Gaza telah memicu kemacetan parah dan keterlambatan signifikan bagi konvoi bantuan, demikian disampaikan sejumlah badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (2/6).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa pada Senin (1/6), pasukan Israel mulai mengalihkan konvoi kemanusiaan melalui jalan baru dengan pos pemeriksaan baru untuk mencapai pos perlintasan kargo Kerem Shalom/Karem Abu Salem dari dalam Gaza.
"Konvoi kemanusiaan menghadapi kendala operasional yang signifikan di pos pemeriksaan baru tersebut, termasuk keterlambatan, kemacetan, gangguan teknis, dan proses pemeriksaan yang lambat," kata OCHA. "Akibatnya, hanya sebagian dari pasokan yang direncanakan untuk diambil dari Kerem Shalom yang dapat diangkut."
Kerem Shalom/Karem Abu Salem merupakan satu-satunya perlintasan kargo yang masih beroperasi sejak perlintasan Zikim di wilayah utara ditutup selama dua pekan berturut-turut.
Menurut OCHA, tim kemanusiaan sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan akses yang lebih lancar ke perlintasan-perlintasan Israel di sepanjang perimeter Gaza dan pembukaan kembali rute-rute tambahan.
Mitra-mitra OCHA melaporkan bahwa berkurangnya stok, pembatasan yang sedang terjadi terhadap masuknya bahan-bahan esensial, serta akses yang terbatas ke wilayah-wilayah terdampak membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari para pengungsi menjadi sulit.
Di Tepi Barat, pasukan Israel pada Ahad (31/5) memperpanjang perintah militer yang menutup tiga kamp pengungsi di Jenin dan Tulkarm. Badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina menyebutkan bahwa lebih dari 33.000 warga Palestina dari kamp-kamp tersebut telah mengungsi dan tidak diizinkan kembali sejak Januari 2025.
OCHA menyerukan pencabutan pembatasan pergerakan dan kebijakan-kebijakan lain yang menyebabkan atau memperpanjang pengungsian, maupun yang menghambat akses terhadap layanan dasar dan sumber mata pencaharian.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Xi Jinping dan Ebrahim Raisi gelar pembicaraan, majukan hubungan China-Iran
Indonesia
•
15 Feb 2023

ICC tolak bebaskan mantan presiden Filipina Duterte
Indonesia
•
01 Dec 2025

Feature – Rasa takut, kelegaan, dan impian: Pengakuan saksi mata terkait gejolak di Suriah
Indonesia
•
24 Dec 2024

China desak G7 stop terlibat dalam koersi ekonomi
Indonesia
•
14 May 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
