
Jepang buang hampir 7.900 ton air terkontaminasi nuklir ke laut dalam putaran ke-21 pembuangan limbah PLTN Fukushima Daiichi

Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2023 ini menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Putaran ke-21 pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak di Jepang telah selesai, seperti disampaikan oleh operator PLTN tersebut, Tokyo Electric Power Company Holdings, pada Jumat (24/7).
Putaran pembuangan terbaru ini dimulai pada 6 Juli dan berakhir pada Jumat. Sebanyak 7.894 ton air limbah yang terkontaminasi nuklir telah dibuang ke laut, yang mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium radioaktif, menurut media lokal.
Terlepas dari kekhawatiran dan penentangan komunitas internasional, Jepang secara sepihak memulai pembuangan air terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut pada Agustus 2023. Hingga selesainya tahap ke-21 ini, volume kumulatif air limbah yang telah dibuang ke laut mencapai sekitar 165.000 ton.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gazprom Rusia hentikan pasokan gas untuk Belanda
Indonesia
•
31 May 2022

Taiwan janji bantu capai visi APEC 2040
Indonesia
•
21 Nov 2020

Otoritas Palestina siap operasikan perlintasan Rafah sesuai perjanjian 2005
Indonesia
•
28 Jan 2026

DPR AS layangkan ‘subpoena’ kepada Trump terkait kerusuhan di Gedung Capitol
Indonesia
•
22 Oct 2022


Berita Terbaru

Khawatir diserang Iran, Israel buka tempat perlindungan
Indonesia
•
24 Jul 2026

IMO keluarkan peringatan keras: Serangan di Laut Merah ancam pelaut dan perdagangan dunia
Indonesia
•
24 Jul 2026

PM Inggris Andy Burnham resmikan 'No.10 North', langkah baru pangkas dominasi Westminster
Indonesia
•
24 Jul 2026

Trump ancam gunakan dana Iran untuk ganti rugi kerusakan kapal dan muatan
Indonesia
•
24 Jul 2026
