Trump sebut dirinya harus terlibat dalam pemilihan pemimpin baru Iran

Orang-orang berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, pada 1 Maret 2026. (Xinhua)

Setelah kematian Khamenei dalam serangan AS-Israel baru-baru ini, Iran telah membentuk dewan kepemimpinan sementara beranggotakan tiga orang untuk menangani urusan nasional hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya harus terlibat langsung dalam pemilihan pemimpin baru Iran, demikian dilaporkan situs berita AS, Axios, pada Kamis (5/3).

Dalam sebuah wawancara telepon dengan Axios, Trump menyebut "tidak dapat diterima" jika Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menjadi pemimpin baru Iran.

"Saya harus terlibat dalam pemilihan itu," kata Trump. "Putra Khamenei bagi saya tidak dapat diterima," imbuhnya.

Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran memilih pemimpin baru yang "meneruskan kebijakan Khamenei," AS akan terpaksa kembali berperang "dalam waktu lima tahun."

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi sebelumnya mengatakan kepada media bahwa setelah kematian Khamenei dalam serangan AS-Israel baru-baru ini, Iran telah membentuk dewan kepemimpinan sementara beranggotakan tiga orang untuk menangani urusan nasional hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.

IRIB TV milik pemerintah Iran pada Rabu (4/3) melaporkan beberapa kandidat untuk posisi pemimpin tertinggi telah ditetapkan, dan pemilihan diperkirakan akan segera dilakukan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait