
Kepala Pentagon sebut militer AS "sulit temukan kapal untuk diserang saat ini" di Karibia

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth berbicara dalam sebuah konferensi pers di Brussel, Belgia, pada 13 Februari 2025. (Xinhua/Peng Ziyang)
Militer AS mengalami kesulitan menemukan kapal pengedar narkoba untuk diserang saat ini, di Laut Karibia.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada Selasa (2/12) mengatakan bahwa militer AS telah "mengalami sedikit jeda karena sulit menemukan kapal untuk diserang saat ini" di Laut Karibia.Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump, Hegseth mengatakan bahwa jumlah narkoba yang masuk ke AS melalui laut telah turun 91 persen, tanpa menyebutkan sumber data tersebut atau apa yang terjadi dengan 9 persen sisanya."Kami baru saja mulai menyerang kapal pengedar narkoba dan menenggelamkan teroris narkoba ke dasar laut karena mereka telah meracuni rakyat Amerika," kata Hegseth.Hegseth telah menjadi sorotan negatif sejak The Washington Post pada Jumat (28/11) melansir bahwa dia mengeluarkan perintah lisan untuk "membunuh semua orang" di kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba ilegal.Kemudian pada Jumat yang sama, Hegseth mengatakan di platform media sosial X bahwa "berita palsu menyebarkan laporan yang direkayasa, provokatif, dan menghina untuk mendiskreditkan para pahlawan kita yang luar biasa yang berjuang untuk melindungi tanah air.""Operasi kami saat ini di Karibia sah menurut hukum AS maupun hukum internasional, dengan semua tindakan sesuai dengan hukum konflik bersenjata," katanya, tetapi tidak secara langsung membantah bahwa dirinya mengizinkan serangan kedua.Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Senin (1/12) mengonfirmasi bahwa Hegseth telah mengizinkan serangan kedua yang bertujuan membunuh para penyintas di sebuah kapal yang diduga membawa narkoba di Karibia pada 2 September.Selama akhir pekan lalu, komite angkatan bersenjata yang dipimpin kubu Republikan, baik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS maupun Senat AS, mengumumkan bahwa mereka membuka penyelidikan bipartisan terkait serangan kedua AS yang bertujuan membunuh para penyintas dari serangan pertama terhadap kapal tersebut.Sejak awal September lalu, Pentagon telah melancarkan lebih dari 20 serangan yang diketahui terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, menewaskan lebih dari 80 orang di dalamnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Myanmar bersedia pulangkan pengungsi dari Bangladesh
Indonesia
•
29 Sep 2019

Opini: Partisipasi Taiwan dalam ICAO wujudkan kemajuan penerbangan sipil dunia
Indonesia
•
27 Sep 2022

Gedung Putih umumkan bantuan senjata senilai 300 miliar dolar AS untuk Ukraina
Indonesia
•
14 Mar 2024

Bukti baru dari unit perang kuman Jepang yang bersejarah dipublikasikan
Indonesia
•
09 Jul 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
