
Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi berbicara dalam konferensi pers pekanan di Teheran, Iran, pada 16 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (12/6) malam mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang kemungkinan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, Araghchi mengatakan bahwa setelah difinalisasi, MoU tersebut akan ditandatangani secara digital oleh kedua belah pihak di negara masing-masing kemudian diumumkan.
Dia menambahkan bahwa setelah kemungkinan penandatanganan tersebut, kedua belah pihak akan berkomitmen untuk tidak memulai perang apa pun lainnya, dan akan memulai perundingan tahap kedua, yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu 60 hari, untuk mencapai kesepakatan final, dengan fokus utama pada program nuklir Iran dan penghapusan sanksi.
Dia menekankan bahwa Teheran bersikeras satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani uranium yang diperkaya tinggi adalah dengan mendilusinya di dalam wilayah Iran.
Araghchi juga mengatakan kemungkinan MoU tersebut akan mencakup ketentuan untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon, yang mengharuskan Israel mundur dari area-area yang diduduki.
Isu-isu penting lainnya dalam MoU tersebut meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan penuh blokade laut AS terhadap Iran, dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan, ungkapnya.
Mengenai Selat Hormuz, Araghchi memastikan pengelolaannya tidak akan kembali ke masa sebelum perang. Meskipun Iran akan mempertahankan kedaulatan dan kehadiran militernya, sistem hukum yang sesuai dengan hukum internasional akan ditegakkan, ujarnya.
Dia menepis pengenaan tarif tol bagi kapal yang melintas, namun mengatakan tarif layanan akan wajar.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (11/6) mengatakan AS "baru saja mencapai kesepakatan besar dalam perang dengan Iran," dengan perjanjian yang diharapkan akan ditandatangani "dalam beberapa hari ke depan."
Selama beberapa pekan terakhir, Iran dan AS telah bertukar beberapa proposal perdamaian melalui mediasi Pakistan, dan berupaya memfinalisasi MoU untuk mengakhiri perang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Petani Prancis tetap gelar aksi unjuk rasa kendati sudah dijanjikan bantuan baru
Indonesia
•
01 Feb 2024

KTT ASEAN-GCC ke-2 buka jalan bagi peningkatan kolaborasi antarkawasan dan penguatan resiliensi
Indonesia
•
29 May 2025

COVID-19 – Arab Saudi setujui vaksin AstraZeneca dan Moderna
Indonesia
•
19 Jan 2021

Taiwan luncurkan paspor baru pada 2021
Indonesia
•
01 Dec 2020


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
