
Trump ancam akan serang pembangkit listrik dan jembatan Iran pekan depan jika tidak ada kesepakatan

Warga mengikuti prosesi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran, Iran, pada 6 Juli 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (14/7) mengatakan bahwa AS pekan depan akan memperluas serangan terhadap Iran dengan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran, kecuali jika Teheran setuju untuk bernegosiasi.
"Pekan depan, situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena Pekan depan mereka akan mulai menyerang pembangkit listrik. Sasaran berikutnya adalah jembatan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News. "Kami akan menghancurkan semua pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan semua jembatan mereka, kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan dan bernegosiasi."
Presiden AS itu mengatakan militer Iran telah "dilemahkan hingga ke tingkat yang sangat rendah" setelah rentetan serangan AS. Dia juga menuturkan bahwa serangan akan terus berlanjut "sampai saya mengatakan sudah cukup".
Sementara itu, Trump mengatakan kepada Fox bahwa perwakilannya telah melakukan kontak dengan pejabat Iran baru-baru ini.
Ketika ditanya pesan apa yang disampaikan kepada Iran, Trump menjawab: "Sebaiknya Anda membuat kesepakatan. Tidak akan ada yang tersisa bagi Anda."
Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah eskalasi terbaru dalam konflik AS-Iran.
Pada Selasa, pasukan AS melancarkan rangkaian serangan baru terhadap target-target di Iran untuk hari keempat berturut-turut. AS juga kembali memberlakukan blokade di Selat Hormuz.
"Pasukan AS pada hari ini pukul 16.00 Eastern Time (Rabu (15/7) pukul 03.00 WIB) kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintas menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan serta wilayah pesisir Iran," kata Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS dalam sebuah pernyataan.
Militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran tak lama sebelum blokade itu diberlakukan, dengan tujuan untuk "terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian menurut pernyataan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Parlemen Korsel umumkan mosi pemakzulan kedua terhadap Presiden Yoon
Indonesia
•
14 Dec 2024

Raja Charles prihatin dengar kabar penangkapan Andrew
Indonesia
•
20 Feb 2026

Presiden China tiba di Moskow dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Rusia
Indonesia
•
23 Mar 2023

NATO desak Rusia hormati perjanjian nuklir dengan AS
Indonesia
•
04 Feb 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
