
UNDP: Ekonomi Lebanon berpotensi susut 9,2 persen pada 2024 jika konflik berlanjut

Foto ini menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Baalbek, Lebanon, pada 21 Oktober 2024. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Perekonomian Lebanon terdampak parah oleh serangkaian krisis yang melanda secara beruntun sejak 2019, yang mengakibatkan kontraksi 28 persen dalam produk domestik bruto (PDB) antara tahun 2018 hingga 2021.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) pada Rabu (23/10) memproyeksikan bahwa ekonomi Lebanon dapat menyusut 9,2 persen pada 2024 jika eskalasi konflik terus berlanjut hingga akhir tahun.Skala keterlibatan militer, konteks geopolitik, dampak kemanusiaan, dan kolapsnya perekonomian pada 2024 diperkirakan akan jauh lebih besar dibandingkan pada 2006, menurut laporan tersebut dalam sebuah penilaian cepat yang dipublikasikan pada Rabu.Eskalasi konflik pada September lalu menambah kompleksitas dalam krisis ekonomi dan keuangan parah yang sudah dialami Lebanon selama lima tahun terakhir. Akibatnya, ekonomi negara tersebut diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 9,2 persen jika konflik berlanjut hingga akhir tahun 2024, menurut laporan itu.UNDP mengatakan meskipun konflik berakhir pada akhir 2024, ekonomi Lebanon diperkirakan akan menyusut 2,3 persen pada 2025 dan 2,4 persen pada 2026. Tanpa dukungan internasional yang substansial, prospek ekonomi Lebanon akan tetap suram.Prospek ekonomi jangka menengah yang buruk tersebut dikaitkan dengan perlambatan drastis dalam hal aktivitas ekonomi, upaya pemulihan dan rekonstruksi yang diprediksi akan berjalan lambat akibat kelemahan institusional, serta kerugian modal yang signifikan di semua sektor, termasuk infrastruktur, bangunan, pabrik, peralatan, dan utilitas, menurut laporan itu.Konflik tersebut memunculkan implikasi ekonomi jangka pendek yang mendalam, termasuk kontraksi signifikan di sektor-sektor utama, seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, dan perdagangan. Gangguan pada rute perdagangan dan rantai pasokan, serangan langsung, serta berkurangnya permintaan konsumen membuat sebagian besar kegiatan bisnis terpaksa ditutup atau ditangguhkan.
Para pengungsi dari Lebanon bersiap untuk melewati Perlintasan Perbatasan Masnaa di Lebanon pada 18 Oktober 2024. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kuwait tangguhkan penerbangan usai terminal bandara dihantam serangan
Indonesia
•
03 Jun 2026

COVID-19 – Ribuan demonstran tantang vaksin dan karantina di Selandia Baru
Indonesia
•
09 Nov 2021

Biden sambut Zelensky di Gedung Putih, tegaskan kembali perlunya Kongres setujui bantuan untuk Ukraina
Indonesia
•
13 Dec 2023

Akademisi Singapura kritik rencana tarif Trump, ada harga yang harus dibayar
Indonesia
•
14 Dec 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
