
AS dan Iran kembali saling serang setelah blokade Hormuz diberlakukan lagi

Warga menghadiri prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Mashhad, Iran, pada 9 Juli 2026. (Xinhua/Shadati)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/7) mengatakan pihaknya telah menyelesaikan gelombang serangan selama tujuh jam terhadap Iran, "menghantam puluhan target militer di dekat Selat Hormuz dan daerah pesisir Iran," beberapa jam setelah melanjutkan blokade angkatan laut di selat tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan pihaknya menargetkan landasan peluncuran drone MQ-9 di Pangkalan Udara Ali Al Salem AS di Kuwait sebagai balasan atas serangan AS, demikian dilaporkan kantor berita resmi IRNA pada Rabu (15/7).
Selain itu, IRGC mengatakan pihaknya telah menyerang fasilitas militer AS di pangkalan al-Azraq di Yordania serta menghancurkan pusat komando dan kendali, pusat manajemen dukungan angkatan laut, gudang, dan tangki bahan bakar di pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain dalam "aksi balasan destruktif" pada Rabu.
IRGC memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga "tindak kejahatan Amerika berakhir."
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan bahwa AS akan memperluas serangannya terhadap Iran untuk menyasar pembangkit listrik dan jembatan pekan depan, kecuali Teheran setuju untuk bernegosiasi.
"Pekan depan, keadaan akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena pekan depan giliran pembangkit listrik. Pekan depan giliran jembatan-jembatan," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News. "Kita akan menghancurkan semua pembangkit listrik mereka. Kita akan menghancurkan semua jembatan mereka kecuali mereka mau duduk di meja perundingan dan bernegosiasi."
Presiden AS itu mengatakan militer Iran telah "dilemahkan hingga ke tingkat yang sangat rendah" setelah serangan berulang AS dan bahwa serangan itu akan terus berlanjut "sampai saya mengatakan itu sudah cukup."
Sementara itu, Trump mengatakan kepada Fox bahwa perwakilannya telah melakukan kontak dengan pejabat Iran baru-baru ini.
"Sebaiknya kalian membuat kesepakatan. Kalian tidak akan punya apa-apa lagi," kata Trump ketika ditanya pesan apa yang disampaikan kepada Iran.
Trump melontarkan pernyataan tersebut di tengah eskalasi terbaru konflik antara AS dan Iran.
Pada Selasa, pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap target-target Iran untuk hari keempat berturut-turut dan memberlakukan kembali blokade di Selat Hormuz.
"Pasukan AS melanjutkan kembali blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang melintas menuju dan dari pelabuhan serta area pesisir Iran hari ini pukul 16.00 Eastern Time," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Militer AS melancarkan serangan baru terhadap Iran sesaat sebelum blokade, dengan tujuan untuk "terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal niaga di Selat Hormuz," kata CENTCOM.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Putin dan Scholz bahas krisis Ukraina via telepon
Indonesia
•
16 Nov 2024

COVID-19 – 3 miliar dosis vaksin diberikan di China
Indonesia
•
30 Jan 2022

China panggil Dubes AS, layangkan protes kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan
Indonesia
•
03 Aug 2022

Iran tembakkan 'gelombang pertama' rudal balistik ke Israel
Indonesia
•
14 Apr 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
