
AS ingin lenyapkan Mahkamah Pidana Internasional, Belanda lawan balik

Seorang wanita berjalan memasuki Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) di Den Haag, Belanda, pada 23 April 2026. (Xinhua/Shao Haijun)
Den Haag, Belanda (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Belanda pada Selasa (14/7) kembali menegaskan dukungannya terhadap Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan kampanye besar-besaran untuk "melenyapkan ancaman" yang ditimbulkan oleh lembaga peradilan yang bermarkas di Den Haag itu terhadap kedaulatan Amerika Serikat.
"Sebagai negara tuan rumah sekaligus Negara Pihak, Belanda mendukung Mahkamah Pidana Internasional beserta stafnya," tulis Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen di platform media sosial X pada Selasa. Dia menegaskan bahwa pengadilan internasional harus dapat menjalankan mandatnya tanpa campur tangan.
"Amerika Serikat tidak ingin dimintai pertanggungjawaban," kata Alette Smeulers, profesor spesialis kejahatan internasional di Universitas Groningen, kepada lembaga penyiaran publik Belanda, NOS.
Menurut Smeulers, pada dasarnya Amerika Serikat menginginkan "izin untuk melanggar hukum internasional" di negara-negara yang menjadi pihak dalam Statuta Roma, yakni perjanjian yang menjadi dasar pembentukan ICC.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (13/7), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berpendapat bahwa ICC merupakan "ancaman yang tidak dapat ditoleransi" karena mengeklaim memiliki kewenangan untuk menyelidiki, menuntut, bahkan memenjarakan anggota militer dan pejabat pemerintah Amerika Serikat yang bertindak untuk kepentingan AS.
Hingga Selasa, ICC belum memberikan tanggapan secara terbuka terhadap kampanye terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat tersebut.
Langkah itu menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Washington dan ICC. Pada Desember lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada dua hakim ICC atas apa yang disebutnya sebagai keterlibatan mereka dalam "tindakan yang dipolitisasi" terhadap Israel.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas sebut perundingan tak langsung dengan Israel kembali dilanjutkan di ibu kota Qatar
Indonesia
•
04 Jan 2025

Presiden Xi sebut hubungan China-RRDK hadapi peluang dan misi baru
Indonesia
•
08 Jun 2026

Dalam sehari, UNIFIL deteksi 1.500 lebih serangan lintas batas Israel-Lebanon
Indonesia
•
15 Oct 2024

Hamas sebut kesepakatan sandera mungkin tercapai jika Israel tidak tetapkan syarat baru
Indonesia
•
18 Dec 2024


Berita Terbaru

Serangan Houthi lumpuhkan Pelabuhan Mocha, kerugian Yaman capai 286 miliar rupiah
Indonesia
•
16 Aug 2026

Iran bantah klaim Trump, tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz
Indonesia
•
15 Aug 2026

Pilot Air India positif ganja, tes narkoba kini wajib bagi seluruh pilot
Indonesia
•
15 Aug 2026

Serangan siber bobol data medis 19 juta warga Polandia, 2 terabita informasi dicuri
Indonesia
•
15 Aug 2026
