
Pejabat China: Kebohongan AS soal Xinjiang rusak kredibilitasnya dengan cepat

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian. (Xinhua)
“Sejak lama, AS telah menyebarkan kebohongan abad ini tentang Xinjiang guna mendukung skema jahatnya menggunakan Xinjiang untuk membendung China.”
Jakarta (Indonesia Window) – China pada Senin (29/8) membantah laporan terkait Xinjiang yang dirilis oleh Pusat Keterlibatan Global (Global Engagement Center/GEC) Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), di mana laporan tersebut mencoreng China dengan menciptakan dan menyebarkan disinformasi tentang Xinjiang.Laporan itu mengacaukan antara yang benar dan salah serta membelokkan kesalahan, kata juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Zhao Lijian pada konferensi pers harian ketika diminta mengomentari laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa kebohongan AS tentang Xinjiang hanya akan merusak kredibilitasnya sendiri dengan lebih cepat.Zhao mengatakan bahwa GEC melakukan "propaganda dan infiltrasi" atas nama "keterlibatan global" dan telah menjadi sumber disinformasi.China telah lama menjadi korban disinformasi, dan Xinjiang di China, khususnya, telah mendapat serangan berat dari kampanye AS di seluruh dunia dalam menyebarkan disinformasi tentang China, kata Zhao.Sejak lama, AS telah menyebarkan kebohongan abad ini tentang Xinjiang guna mendukung skema jahatnya menggunakan Xinjiang untuk membendung China, kata Zhao, menambahkan bahwa beberapa pejabat pemerintah AS telah mengakui hal ini."Faktanya, kampanye disinformasi AS tentang Xinjiang bukanlah hal baru dan metode yang digunakannya telah terbantahkan berkali-kali," kata Zhao.Dia menekankan bahwa apa yang disebut akademisi dan media tertentu, dunia maya dan lembaga pemerintah, telah memasok dan juga mengonsumsi bahan mentah kebohongan tersebut, dan disinformasi terkait Xinjiang kemudian digunakan oleh pemerintah AS sebagai dalih untuk memberi sanksi dan menekan China.Para pembuat kebohongan dan penyebar disinformasi paling takut dengan fakta dan kebenaran, kata Zhao. Xinjiang adalah tempat yang aman dan stabil saat ini serta menikmati pembangunan yang berkelanjutan dan sehat, dan warga di sana menjalani kehidupan yang bahagia dan memuaskan, imbuhnya."Ini adalah bantahan terbaik dan paling kuat untuk kampanye disinformasi AS terhadap Xinjiang," katanya.Tidak peduli berapa banyak kebohongan yang dibuat AS, mereka tidak akan membodohi orang-orang di seluruh dunia, juga tidak akan menghancurkan harmoni dan stabilitas Xinjiang, atau menenggelamkan suara keadilan di komunitas internasional, kata Zhao."Bahkan, apa yang dilakukan AS hanya akan merusak kredibilitasnya sendiri dengan lebih cepat," kata juru bicara itu.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kementerian Luar Negeri Taiwan kecam Rusia karena sebut Taiwan bagian dari China
Indonesia
•
16 Jun 2022

Sebagian warga Taiwan di Ukraina tetap tinggal meskipun ada peringatan
Indonesia
•
14 Feb 2022

Hujan lebat picu kenaikan air sungai di atas batas peringatan di China timur laut
Indonesia
•
08 Aug 2023

China dan Laos gelar latihan militer gabungan di Laos
Indonesia
•
12 May 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
