Balas serangan AS, Iran hantam pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait

Foto yang bersumber dari Kementerian Informasi Oman pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan pemandangan Selat Hormuz. (Xinhua)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa (14/7) menyampaikan bahwa pasukan kedirgantaraan dan angkatan lautnya telah menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya pada hari yang sama.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh outlet berita resminya, Sepah News, IRGC menuturkan bahwa pasukannya, dalam sebuah operasi rudal dan drone gabungan, telah menghantam dan menghancurkan gudang-gudang senjata AS serta sejumlah suku cadang kapal dan helikopter di Pangkalan Udara Shaikh Isa di Bahrain.

IRGC mengatakan pasukannya juga menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, menghancurkan dan merusak sejumlah drone MQ-9 Reaper milik AS.

Serangan-serangan tersebut merupakan balasan atas serangan AS pada Selasa sore terhadap sejumlah instalasi pesisir milik angkatan bersenjata Iran, imbuh IRGC.

IRGC menyampaikan aksi balasannya akan tetap berlanjut selama AS terus "melakukan kejahatan," seraya memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan "respons yang mengejutkan."

Peristiwa ini terjadi saat beberapa ledakan terdengar pada Selasa malam di provinsi Hormozgan dan Khuzestan di Iran selatan, seiring Komando Pusat AS mengumumkan gelombang baru serangan terhadap Iran.

Perkembangan terbaru itu muncul setelah konfrontasi selama berhari-hari antara Iran dan AS terkait kendali atas Selat Hormuz, meskipun terdapat nota kesepahaman (MoU) perdamaian AS-Iran yang diteken pada pertengahan Juni lalu, yang memuat ketentuan bahwa kedua pihak diharapkan untuk memulai perundingan dalam kurun waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan akhir.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait