
Peneliti China kembangkan serat pintar baru yang dapat pancarkan cahaya

Seorang peneliti menunjukkan mekanisme cahaya dari serat pintar baru di Universitas Donghua di Shanghai, China timur, pada Maret 2024. (Xinhua/Universitas Donghua)
Serat pintar baru yang dikembangkan oleh tim peneliti China dapat memancarkan cahaya dan menghasilkan listrik tanpa harus dicolokkan ke sumber listrik.
Shanghai, China (Xinhua) – Tim peneliti China berhasil mengembangkan jenis serat pintar baru yang dapat memancarkan cahaya dan menghasilkan listrik tanpa harus dicolokkan ke sumber listrik.Serat ini mengintegrasikan berbagai fungsi termasuk pengumpulan energi nirkabel, persepsi dan transmisi informasi, dan dapat dibuat menjadi tekstil yang dapat mewujudkan fungsi interaksi manusia-komputer seperti tampilan bercahaya dan kontrol sentuh tanpa cip dan baterai.Studi yang baru-baru ini dipublikasikan di jurnal Science itu diharapkan dapat mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan dan antarmanusia, serta sangat penting bagi penerapan tekstil pintar.Perangkat pintar wearable telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan memainkan peran penting dalam pemantauan kesehatan, pengobatan jarak jauh (telemedicine), interaksi manusia-komputer, dan sejumlah bidang lainnya.Dibandingkan dengan komponen semikonduktor tradisional yang kaku atau perangkat film tipis yang fleksibel, tekstil elektronik yang terbuat dari serat pintar lebih mudah bernapas dan lebih lembut.Namun, pengembangan serat pintar saat ini menggunakan integrasi multimodul kompleks, yang meningkatkan volume, berat, dan kekakuan tekstil.Sebuah tim peneliti dari Fakultas Ilmu dan Teknik Material Universitas Donghua secara tidak sengaja menemukan bahwa serat memancarkan cahaya dalam medan radio pada sebuah percobaan.Berdasarkan temuan tersebut, tim mengembangkan jenis serat pintar baru yang menggunakan energi elektromagnetik sebagai tenaga penggerak nirkabel.Jenis serat baru ini ditampilkan dengan bahan baku yang hemat biaya dan teknologi pemrosesan yang matang, kata Yang Weifeng, salah satu anggota tim peneliti.Serat itu dapat mewujudkan tampilan kain, transmisi instruksi nirkabel dan fungsi lainnya tanpa menggunakan cip dan baterai.Pakaian yang terbuat dari serat baru ini dapat bersifat interaktif dan bercahaya, dan juga dapat mengontrol produk elektronik dari jarak jauh secara nirkabel dengan menghasilkan sinyal unik untuk postur tubuh pengguna yang berbeda, ujar Hou Chengyi, seorang peneliti di Universitas Donghua.Tim peneliti itu mengatakan bahwa mereka akan mempelajari lebih lanjut bagaimana membuat serat baru ini mengumpulkan energi dari luar angkasa secara lebih efektif untuk mengembangkan lebih banyak fungsi termasuk tampilan, deformasi, dan komputasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Teknologi pertanian hemat air China untungkan negara-negara BRI
Indonesia
•
02 May 2023

Tim ilmuwan temukan polimer seukuran kuku jari yang mampu tarik mobil
Indonesia
•
17 Nov 2025

Suhu lautan capai rekor tertinggi, tingkatkan kekhawatiran soal perubahan iklim
Indonesia
•
12 Jan 2025

Beijing targetkan kapasitas komputasi 200.000 PFLOP pada 2027 untuk dorong pertumbuhan AI
Indonesia
•
23 Jan 2026


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
