Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler

Foto yang diabadikan pada 24 September 2025 ini menunjukkan lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Internasional tentang Aplikasi Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BDS) ke-4 di Zhuzhou, Provinsi Hunan, China tengah. (Xinhua/Chen Sihan)
Sistem Satelit Navigasi BeiDou dirancang untuk menyediakan komunikasi andal pada kondisi darurat ketika jaringan seluler berbasis darat tidak tersedia.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China meluncurkan layanan pesan singkat satelit baru yang memanfaatkan Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BDS), yang dirancang untuk menyediakan komunikasi andal pada kondisi darurat ketika jaringan seluler berbasis darat tidak tersedia.
Layanan ini diperkenalkan oleh China Space-Time Information Co., Ltd., operator nasional layanan BeiDou, dalam kerja sama dengan sejumlah operator telekomunikasi domestik utama, demikian diumumkan oleh perusahaan itu pada Kamis (5/2).
Layanan ini siap untuk menjadi pelengkap penting bagi jaringan seluler darat. Layanan ini diperkirakan akan meningkatkan keselamatan dan keandalan komunikasi bagi pengguna dalam berbagai skenario, seperti mendaki di pegunungan terpencil, bekerja di laut, serta koordinasi penanggulangan bencana dan keadaan darurat.
Layanan ini menandai langkah signifikan menuju penyediaan teknologi komunikasi satelit untuk masyarakat umum, kata perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa layanan ini mengintegrasikan kemampuan BeiDou ke dalam kehidupan sehari-hari, menawarkan perlindungan teknologi yang nyata.
Layanan ini memanfaatkan kemampuan komunikasi pesan singkat yang dimasukkan dalam sistem BeiDou, memungkinkan pengguna dengan ponsel pintar yang kompatibel untuk mengirim dan menerima pesan teks langsung melalui satelit BeiDou di area-area tanpa cakupan seluler.
Tiga operator telekomunikasi utama China, yaitu China Mobile, China Telecom, dan China Unicom, semuanya telah mengintegrasikan layanan ini. Pelanggan dapat mengaktifkan layanan ini tanpa mengganti kartu SIM atau nomor telepon mereka, menurut perusahaan itu.
Saat ini, hampir 60 model ponsel pintar dari merek-merek terkemuka China sudah mendukung fungsionalitas ini, imbuh perusahaan itu.
China Space-Time Information mengkhususkan diri dalam navigasi dan komunikasi satelit, layanan mahadata, pengembangan kecerdasan buatan (AI), dan pengindraan jauh geospasial.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Provinsi Hainan di China tingkatkan upaya perlindungan owa langka yang terancam punah
Indonesia
•
25 Oct 2023

Tim peneliti China cetak rekor efisiensi untuk sel surya generasi berikutnya
Indonesia
•
01 Nov 2025

Basis data baru China jembatani kesenjangan global dalam data sifat benih tanaman
Indonesia
•
16 Jun 2025

COVID-19 – Hasil uji vaksin buatan Vector Rusia selesai Mei 2021
Indonesia
•
21 Oct 2020
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026

Suar matahari yang kuat berpotensi ganggu komunikasi
Indonesia
•
06 Feb 2026
