
Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’

Sebuah jet tempur Su-57 Rusia melakukan latihan adaptif di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 9 November 2024. (Xinhua/Xu Yang)
Amunisi 30 mm baru buatan Rostec Rusia ditujukan untuk digunakan dengan sistem artileri kaliber kecil yang dilengkapi dengan meriam otomatis 2A42, yang dipasang pada berbagai kendaraan tempur dan helikopter serang Mi-28NM dan Ka-52M.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia berhasil mengembangkan jenis amunisi 30 mm baru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuannya dalam menembak jatuh drone berukuran kecil, kata perusahaan teknologi milik negara Rusia, Rostec, pada Kamis (5/2).
Amunisi ini menggunakan proyektil fragmentasi dengan sumbu yang dikendalikan dari jarak jauh, sehingga dapat meledak di titik yang telah diperhitungkan di dekat target, menurut Rostec.
Amunisi baru ini akan dipamerkan perdana oleh perusahaan pengekspor senjata milik negara Rusia, Rosoboronexport, dalam ajang World Defense Show 2026 di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 hingga 12 Februari.
Rostec mengatakan bahwa amunisi tersebut ditujukan untuk digunakan dengan sistem artileri kaliber kecil yang dilengkapi dengan meriam otomatis 2A42, yang dipasang pada berbagai kendaraan tempur dan helikopter serang Mi-28NM dan Ka-52M.
Bekhan Ozdoev, direktur industri klaster senjata, amunisi, dan bahan kimia khusus Rostec, mengatakan amunisi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kemungkinan mengenai target drone berukuran kecil dan pencegatan amunisi yang berkeliaran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia luncurkan stasiun pertamanya di Bulan
Indonesia
•
12 Aug 2023

China luncurkan proyek penangkapan karbon terbesar di Asia untuk PLTU batu bara
Indonesia
•
03 Jun 2023

Peneliti China dan Myanmar temukan bukti baru tentang terbentuknya Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
28 Aug 2022

PBB konfirmasi 48,8 derajat Celsius sebagai suhu tertinggi yang pernah tercatat di Eropa
Indonesia
•
31 Jan 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
