
Rusia luncurkan wahana antariksa kargo Progress MS-26 ke orbit

Sebuah roket Soyuz-2.1a Rusia yang mengangkut wahana antariksa kargo Progress MS-26 lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dan berhasil mencapai orbit yang telah ditentukan sesuai rencana, demikian disampaikan perusahaan antariksa Rusia Roscosmos pada Kamis (15/2/2024). (Xinhua)
Wahana antariksa kargo Progress MS-26 membawa peralatan untuk eksperimen ilmiah baru ‘Orbit-MG’ yang bertujuan menguji berbagai teknologi untuk kontrol nondestruktif terhadap kondisi teknis cangkang tertutup dari objek luar angkasa berawak yang beroperasi dalam jangka panjang.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Sebuah roket Soyuz-2.1a Rusia yang mengangkut wahana antariksa kargo Progress MS-26 lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dan berhasil mencapai orbit yang telah ditentukan sesuai rencana, demikian disampaikan perusahaan antariksa Rusia Roscosmos pada Kamis (15/2).Roscosmos mengatakan bahwa MS-26 diluncurkan pada pukul 06.25 Waktu Moskow (10.25 WIB), berhasil mencapai orbit yang telah ditentukan, berpisah dari roket tahap ketiganya, serta memasang antena dan panel surya dalam mode normal.Proses penambatan (docking) Progress MS-26 ke modul layanan Zvezda di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) segmen Rusia dijadwalkan pada Sabtu (17/2) pukul 09.12 Waktu Moskow (13.12 WIB). Wahana antariksa kargo tersebut akan mengirim 2.518 kilogram (kg) pasokan ke stasiun itu.Di antara kargo tersebut, terdapat bahan-bahan habis pakai (consumable) untuk eksperimen ilmiah baru ‘Fullerene’ mengenai pertumbuhan kristal fullerite, bentuk kristal ketiga dari karbon, yang mewakili kelas semikonduktor baru.Untuk eksperimen ilmiah baru ‘Perspective-KM’, struktur luar angkasa yang dapat diubah yang terbuat dari bahan komposit polimer dengan efek memori bentuk, dikirim menggunakan wahana itu. Para kosmonaut akan memasang struktur tersebut pada modul penelitian kecil ‘Poisk’ saat melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (spacewalk) di masa depan untuk menempatkan dan mengujinya.Progress MS-26 juga membawa peralatan untuk eksperimen ilmiah baru ‘Orbit-MG’ yang bertujuan menguji berbagai teknologi untuk kontrol nondestruktif terhadap kondisi teknis cangkang tertutup dari objek luar angkasa berawak yang beroperasi dalam jangka panjang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Saudi upayakan listrik berbiaya terendah di dunia
Indonesia
•
27 Jun 2020

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

China catat 780.000 kasus penyakit langka
Indonesia
•
26 Oct 2023

Pesawat Amfibi AG600M buatan China rampungkan uji terbang pertama 2025
Indonesia
•
07 Feb 2025


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
