
Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054

Foto yang diabadikan pada 17 Maret 2020 ini menunjukkan para warga lanjut usia berbelanja di supermarket Woolworths di Canberra, Australia. (Xinhua/Chu Chen)
Pengidap demensia di Australia diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 1 juta orang pada 2065.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah warga Australia berusia di bawah 65 tahun yang hidup dengan demensia diperkirakan akan meningkat sebesar 40 persen pada 2054, demikian menurut data baru yang dirilis pada Kamis (5/2).
Data dari Dementia Australia, badan nasional yang mendukung para penyandang demensia dan keluarga mereka, menunjukkan bahwa jumlah warga Australia yang diperkirakan hidup dengan demensia telah bertambah menjadi 446.500 orang, naik dari 433.300 orang pada 2025.
Menurut Dementia Australia, sebanyak 29.000 warga Australia berusia 18 hingga 65 tahun hidup dengan demensia onset dini (young-onset dementia), dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat lebih dari 40 persen menjadi sekitar 41.000 orang pada 2054.
Selain itu, badan tersebut mengungkapkan sekitar 1.500 anak di Australia hidup dengan demensia pada masa kanak-kanak (childhood dementia).
Demensia menjadi penyebab kematian utama di Australia untuk pertama kalinya pada 2024, mencakup 9,4 persen dari seluruh kematian, menurut data resmi.
Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia (Australian Institute of Health and Welfare/AIHW) memaparkan dalam sebuah laporan yang dipublikasikan pada Desember bahwa jumlah warga Australia yang hidup dengan demensia diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 1 juta orang pada 2065.
Tanya Buchanan, CEO Dementia Australia, mengatakan dalam sebuah rilis pers pada Kamis bahwa Australia memiliki kebutuhan mendesak akan sebuah program nasional untuk mempromosikan kesehatan otak serta layanan perawatan dan dukungan berkualitas bagi para penyandang demensia dari semua kelompok usia.
"Australia diakui secara internasional atas keunggulannya dalam perawatan, dukungan, dan penelitian terkait demensia, namun sistem ini masih memiliki sejumlah area yang perlu ditingkatkan," ujarnya.
Organisasi tersebut menyerukan kepada pemerintah federal untuk meluncurkan kampanye kesehatan otak yang komprehensif, mengembangkan jaringan layanan dukungan nasional, dan membangun kapabilitas tenaga kerja dalam merawat para penyandang demensia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Orang bertubuh tinggi punya risiko lebih besar idap beragam penyakit
Indonesia
•
03 Jun 2022

Tim ahli kembangkan teknologi antarmuka otak-komputer untuk identifikasi batas-batas tumor otak
Indonesia
•
08 Sep 2025

Pelampung bertenaga ombak catat data Topan Saola di China selatan
Indonesia
•
07 Sep 2023

Ilmuwan kembangkan material seringan bulu untuk atasi kelangkaan air global
Indonesia
•
24 Jun 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
