Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh

Foto yang bersumber dari Houthi Media Center ini memperlihatkan peluncuran sebuah rudal yang diduga diarahkan ke Mocha di Yaman pada 9 Agustus 2026. (Houthi Media Center/Xinhua)

Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Serangan udara Arab Saudi menghantam Sanaa, ibu kota Yaman, pada Senin (26/10) pagi waktu setempat, saat kelompok Houthi mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone baru terhadap target-target di Arab Saudi dan Yaman selatan.

Saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan serangan udara tersebut merupakan "agresi Saudi" terhadap Sanaa.

Warga setempat mengatakan kepada Xinhua bahwa mereka mendengar ledakan keras di seluruh penjuru kota. Rincian mengenai lokasi yang terkena serangan, korban, dan kerusakan belum dapat segera diketahui.

Serangan udara itu terjadi di tengah semakin intensifnya aksi saling serang antara koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang mengendalikan ibu kota serta wilayah yang luas di Yaman.

Yahya Sarea, juru bicara militer Houthi, mengatakan dalam dua pernyataan yang diunggah di platform media sosial X pada Senin dini hari bahwa kelompok tersebut telah meluncurkan rudal balistik ke Bandar Udara (Bandara) Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Rudal itu "secara akurat" menghantam bandara tersebut, kata Sarea, seraya menambahkan bahwa pasukan Houthi juga meluncurkan beberapa drone yang menargetkan stasiun pompa minyak mentah di sepanjang Pipa Timur-Barat Arab Saudi, dan melakukan "hantaman akurat".

Otoritas Arab Saudi belum memberikan komentar langsung atas klaim tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Sarea menyebutkan bahwa Houthi telah melancarkan dua operasi yang menargetkan konsentrasi pasukan militer dan depot senjata milik pasukan yang didukung Arab Saudi di area Salah al-Din di Aden, Yaman selatan, dan area al-Waht di provinsi tetangganya, Lahj.

Beberapa rudal balistik digunakan dalam serangan tersebut, ujarnya, seraya menuturkan bahwa serangan itu menyebabkan puluhan korban tewas dan luka-luka serta menghancurkan atau membakar kendaraan militer dan depot senjata.

Perkembangan terbaru itu terjadi di tengah eskalasi konfrontasi antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Eskalasi tersebut melibatkan serangan udara baru koalisi ke area-area yang dikuasai Houthi, serta serangan rudal dan drone Houthi yang menargetkan lokasi-lokasi jauh di dalam wilayah Arab Saudi.

Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman. Pada 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait