
Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky

Foto yang diabadikan pada 8 September 2026 ini menunjukkan kondisi usai serangan Rusia di Kiev, Ukraina. (Xinhua/Peter Druk)
Moskow/Kiev, Rusia/Ukraina (Xinhua/Indonesia Window) – Gencatan senjata kemanusiaan antara Ukraina dan Rusia di wilayah sekitar Oleshky mulai berlaku pada Selasa (27/10), demikian disampaikan Komisioner Parlemen Ukraina untuk Hak Asasi Manusia Dmytro Lubinets melalui media sosial.
Gencatan senjata dimulai pada pukul 03.00 waktu Kiev (08.00 WIB) sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang telah disepakati sebelumnya, kata Lubinets melalui Facebook, seraya menambahkan bahwa pihak Ukraina mematuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia telah menghentikan tembakan di sektor Kherson dan bahwa "rezim senyap" telah diberlakukan mulai pukul 04.00 waktu Moskow (08.00 WIB) untuk mempersiapkan operasi kemanusiaan di dekat Oleshky.
Pada Jumat (23/10), Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata sementara di wilayah tersebut guna memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi warga sipil.
Oleshky terletak di tepi kiri Sungai Dnieper. Kota yang saat ini berada di bawah kendali Rusia itu mengalami kekurangan pangan dan kebutuhan pokok lainnya yang semakin parah di tengah pertempuran yang terus berlangsung.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China bangun fasilitas karantina komunitas di Hong Kong dalam sepekan
Indonesia
•
01 Mar 2022

Survei: Makin banyak orang Amerika tidak percaya Tuhan
Indonesia
•
20 Jun 2022

Google bayar 1,3 triliun rupiah untuk selesaikan kasus hukum dengan pengembang aplikasi
Indonesia
•
01 Jul 2022

Sidang kepemilikan senjata Hunter Biden dibuka, tarik perhatian nasional di tahun pemilu
Indonesia
•
04 Jun 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026

Analisis – Pentagon labeli Institut Konfusius ancaman keamanan, kebijakan AS tuai kritik
Indonesia
•
26 Oct 2026
