Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 11 Oktober 2026 memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran padang rumput di wilayah perbatasan di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua)

Tokyo/Ulan Bator, Jepang/Mongolia (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Jepang pada Senin (26/10) menyatakan pihaknya menanggapi dengan serius kebakaran hebat yang melanda padang rumput (stepa) Mongolia awal bulan ini yang terkait dengan kegiatan anak perusahaan sebuah perusahaan telekomunikasi Jepang, seperti dilaporkan media setempat.

"Kami menyampaikan simpati yang mendalam kepada rakyat Mongolia," kata Sekretaris Utama Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers di Tokyo.

Dia menambahkan bahwa Jepang akan terus menjalin komunikasi erat dengan Mongolia dan bekerja sama dalam upaya memulihkan daerah yang terdampak.

Kebakaran itu terjadi pada 8 Oktober di Kawasan Perlindungan Ketat Numrug, Provinsi Dornod, Mongolia timur. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada 16 Oktober setelah tim tanggap darurat Mongolia melakukan operasi tanpa henti selama delapan hari.

Pada 20 Oktober, raksasa telekomunikasi Jepang KDDI mengakui bahwa kebakaran tersebut terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak perusahaannya di Mongolia, Mobicom. Para eksekutif senior asal Jepang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Data awal yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Mongolia menunjukkan bahwa kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 530.000 hektare lahan, termasuk sekitar 470.000 hektare di dalam Kawasan Perlindungan Ketat Numrug, atau setara 79,8 persen dari total luas kawasan cagar alam tersebut.

Para pakar mengatakan kebakaran tersebut mungkin tidak hanya berdampak pada padang rumput, tetapi juga tepian sungai, lahan basah, dan ekosistem lainnya, sehingga dampak lingkungannya yang lebih luas memerlukan penilaian komprehensif.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait