Separuh Eropa dilanda kekeringan, hutan terancam kematian massal

Dasar danau Hollow Pond yang kering dan retak terlihat di London, Inggris, pada 18 Agustus 2026. (Xinhua/Li Ying)

Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Separuh wilayah Uni Eropa (UE) dan Inggris saat ini mengalami kekeringan, dengan defisit curah hujan yang parah berdampak serius terhadap kelembapan tanah dan kesehatan hutan, kata Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Eropa (UNECE) pada Jumat (28/8) dalam sebuah siaran pers.

Kondisi kekeringan parah dan suhu musim panas yang memecahkan rekor di negara-negara anggota UNECE, khususnya Eropa dan Amerika Utara, mempercepat tekanan terhadap ekosistem hutan, kata UNECE.

"Krisis yang saling memperburuk akibat kekeringan berkepanjangan, tekanan panas, risiko kebakaran hutan, serta gangguan sekunder seperti merebaknya wabah kumbang kulit kayu yang agresif dan aktivitas penyakit fitopatogenik mendorong kematian hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh kawasan itu," katanya.

Di Eropa Barat dan Tengah, kekurangan curah hujan yang terjadi dalam jangka panjang, dengan beberapa wilayah mengalami defisit curah hujan tahunan terpanjang dan paling konsisten dalam lebih dari enam dekade, telah memicu kerusakan luas pada tajuk hutan, menurut UNECE.

Pada saat bersamaan, UNECE memperingatkan bahwa populasi pohon perkotaan di seluruh kawasan tersebut terdampak oleh fenomena pulau panas perkotaan (urban heat island) ekstrem serta kelangkaan air, yang mengancam pertahanan iklim perkotaan, kualitas udara, dan kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait