Olahraga 'American football' berisiko picu cedera otak: 1 dari 4 mantan pemain NFL derita gangguan otak degeneratif

Ilustrasi. (Chris Chow on Unsplash)

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Setidaknya satu dari empat mantan pemain National Football League (NFL) yang meninggal antara 2016 hingga 2021 menderita ensefalopati traumatik kronis (chronic traumatic encephalopathy/CTE), suatu gangguan otak degeneratif, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di British Medical Journal pada Selasa (25/8).

Para peneliti dari Mass General Brigham, Universitas Boston, dan Concussion & CTE Foundation meneliti 235 otak yang disumbangkan dari 878 mantan pemain yang meninggal dunia antara 2016 hingga 2021.

Dalam sampel itu, sebanyak 215 otak didiagnosis mengidap CTE, yang berarti bahwa dengan memperhitungkan mereka yang tidak mendonasikan otaknya, setidaknya 24,5 persen mengidap penyakit tersebut.

Dr. Leah Croll, seorang ahli saraf di Maimonides Medical Center, mengatakan bahwa benturan kepala yang berulang, yang merupakan ciri khas utama American football alias olahraga rugbi khas Amerika, dikaitkan dengan penumpukan abnormal protein tau yang merusak sel-sel otak dan pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap masalah ingatan, daya pikir, perilaku, dan suasana hati.

"Angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, dan perkiraan minimal ini saja menunjukkan bahwa CTE bukanlah kondisi yang jarang terjadi di kalangan mantan pemain NFL," ujarnya kepada ABC News.

Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Pemain NFL menyebut studi tersebut sebagai "pengingat yang menyadarkan bahwa olahraga itu membawa risiko nyata," seraya menyatakan bahwa temuan tersebut seharusnya mendorong tindakan lebih luas untuk memajukan penelitian, meningkatkan akses terhadap perawatan, mengembangkan metode pengobatan, serta mendukung para pemain yang terdampak.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait