
Saat Beirut dan Israel masih memanas, kesepakatan damai justru muncul

Sebuah tank Israel terlihat di wilayah di utara Israel dekat perbatasan sementara antara Lebanon dan Israel, pada 31 Mei 2026. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Otoritas Lebanon mengonfirmasi bahwa kelompok Hizbullah telah menyetujui usulan Amerika Serikat (AS) terkait "penghentian serangan secara timbal balik" dengan Israel, demikian menurut pernyataan dari kepresidenan Lebanon pada Senin (1/6), mengutip Kedutaan Besar Lebanon di Washington.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa konfirmasi tersebut diberikan menyusul pembicaraan via telepon antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas situasi terkini di Lebanon dan berbagai upaya untuk meredakan ketegangan.
Menurut keterangan pihak kedutaan, usulan AS tersebut mendesak adanya penghentian serangan yang dilakukan secara timbal balik oleh kedua belah pihak.
Di bawah rancangan kesepakatan tersebut, serangan-serangan Israel ke wilayah pinggiran selatan Beirut akan dihentikan. Sebagai imbalannya, Hizbullah tidak akan melancarkan serangan ke wilayah Israel. Kerangka kerja gencatan senjata ini nantinya akan diperluas hingga mencakup seluruh wilayah teritorial Lebanon.
Pihak kedutaan juga menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump kemudian menginformasikan kepada Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Mouawad, bahwa dia telah mengantongi persetujuan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait usulan tersebut.
Mouawad menyampaikan hasil kesepakatan itu kepada Aoun, yang kemudian meneruskan informasi perkembangan tersebut kepada Hizbullah, demikian bunyi pernyataan itu.
Pertemuan perundingan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (2/6) dan Rabu (3/6) diharapkan dapat terus melanjutkan kemajuan yang telah dicapai saat ini, tambah pihak kedutaan.
Sebelumnya pada Senin, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa mereka telah memerintahkan serangan ke Dahieh, wilayah pinggiran Beirut yang dianggap sebagai basis pertahanan Hizbullah. Langkah itu diambil di tengah meningkatnya peluncuran roket dan drone oleh Hizbullah ke posisi militer Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dalam sebuah pernyataan pada Senin mengonfirmasi bahwa seorang dokter militer Israel tewas dan tujuh tentara lainnya terluka akibat hantaman dua drone peledak yang diluncurkan secara bersamaan oleh Hizbullah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar Denmark sebut teori Nord Stream "dari segi politik sesuai dengan" Barat
Indonesia
•
09 Mar 2023

Telaah – Film ‘NAZA’ bongkar kesaksian tentara Israel tentang operasi militer di Gaza, IDF terguncang
Indonesia
•
17 Sep 2026

Menteri: Partisipasi Taiwan buat PBB lebih tangguh
Indonesia
•
20 Aug 2021

Eskalasi AS-Iran memanas, Iran balas serang aset militer AS di Yordania dan Bahrain
Indonesia
•
02 Sep 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
