
Ilmuwan temukan jalur yang aman untuk terapi gen

Ilustrasi. ( CDC on Unsplash)
Reseptor seluler baru, yakni AAVR2, bisa membuat virus terapeutik memasuki sel melalui jalur alternatif, sehingga memungkinkan terapi gen menggunakan dosis virus yang lebih rendah.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan di Australia berhasil mengidentifikasi sebuah jalur (gateway), yang sebelumnya tidak diketahui, ke dalam sel manusia, yang secara drastis dapat meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi gen.Para ilmuwan menemukan reseptor seluler baru, yakni AAVR2, yang bisa membuat virus terapeutik bisa memasuki sel melalui jalur alternatif, sehingga memungkinkan terapi gen menggunakan dosis virus yang lebih rendah, ungkap para peneliti di Centenary Institute yang berafiliasi dengan Universitas Sydney, pada Selasa (15/7).Penemuan ini mengurangi risiko reaksi kekebalan tubuh yang parah serta memperluas keamanan dan efektivitas perawatan tersebut untuk kondisi genetik yang serius, seperti distrofi otot Duchenne, penyakit Pompe, dan hemofilia, ungkap pernyataan Centenary Institute.Temuan ini mengungkapkan bahwa reseptor yang baru ditemukan tersebut bertindak sebagai pintu masuk alternatif untuk adeno-associated viruses (AAV), vektor virus yang biasa digunakan untuk memberikan gen terapeutik."Kami menemukan bahwa jenis AAV tertentu dapat menggunakan reseptor yang baru teridentifikasi ini, AAVR2, untuk masuk ke dalam sel, sehingga memberikan alternatif bagi jalur masuk yang telah diketahui sebelumnya," kata Bijay Dhungel, penulis utama yang juga peneliti di Centenary Institute.Tim peneliti menunjukkan bahwa rekayasa versi miniatur AAVR2 secara signifikan meningkatkan penyerapan terapi gen di dalam sel dan jaringan manusia.Penemuan ini membuka jalan bagi terapi gen yang lebih aman, lebih berpresisi, dan hemat biaya, sekaligus memperdalam pemahaman tentang bagaimana virus terapeutik berinteraksi dengan sel manusia, yang sangat penting untuk memajukan pengobatan pada generasi mendatang, kata penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Cell itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Dengan teknologi insinerasi, sampah diubah jadi energi di PLTSa China
Indonesia
•
10 Jul 2025

Laporan: Kasus kanker prostat meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade mendatang
Indonesia
•
14 Apr 2024

Pengguna internet di China capai 1.079 miliar
Indonesia
•
28 Aug 2023

Shanghai berencana tingkatkan jangkauan 5G
Indonesia
•
21 Nov 2022


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
