Netanyahu klaim Israel punya “kendali mutlak” di Suriah, janji gulingkan pemerintah Iran

Umat Islam menunaikan ibadah salat Jumat pertama di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua, Yerusalem, pada 20 Februari 2026. (Xinhua/Jamal Awad)

Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (9/9) mengunjungi pasukan Israel yang ditugaskan di Suriah dan mengatakan bahwa negaranya memiliki "kendali mutlak" atas wilayah yang membentang dari Gunung Hermon hingga Sungai Yarmouk, sembari berjanji untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

"Kami mengendalikan seluruh wilayah mulai dari puncak Gunung Hermon hingga (Sungai) Yarmouk, dan (juga) dari sini hingga Laut Mediterania, kendali mutlak yang belum pernah kami miliki sebelumnya," ujar Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis oleh kantornya.

Netanyahu, didampingi oleh Menteri Pertahanan Israel Katz dan Wakil Kepala Staf Tamir Yadai, menuturkan bahwa Israel tidak akan membiarkan apa yang disebutnya sebagai "pasukan teror" untuk membangun kekuatan di perbatasannya.

Netanyahu menambahkan bahwa Israel "sangat dekat" dengan upaya menggulingkan pemerintah Iran dan berkomitmen untuk melakukannya.

Pasukan Israel bergerak memasuki zona penyangga yang dipantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan wilayah lain di Suriah selatan setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024, dan tetap berada di sana sejak saat itu. Suriah telah berulang kali menuntut penarikan pasukan tersebut.

Sebuah komisi PBB pada pekan ini mengatakan bahwa kehadiran militer Israel yang semakin mengakar di Suriah selatan merupakan bentuk "pendudukan militer" dan bahwa sejumlah tindakan Israel di sana dapat merupakan kejahatan perang.

Israel menolak temuan tersebut dan mengatakan kehadirannya hanyalah langkah keamanan sementara.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait