
Suriah belum aman, sisa bahan peledak perang telah tewaskan 880 warga

Sebuah tanda peringatan terpasang di bangunan rusak yang telah diberi garis pembatas dalam sebuah operasi pembersihan ranjau di kawasan Jobar, Damaskus, Suriah, pada 26 Januari 2026. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (4/9) memperingatkan soal ancaman mematikan dari kontaminasi bahan peledak sisa perang di Suriah.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan kontaminasi tersebut terus berdampak tidak hanya pada tempat tinggal warga, tetapi juga pada cara mereka bergerak, bekerja, dan menafkahi keluarga mereka.
"Selama sepekan terakhir, tercatat belasan insiden yang melibatkan bahan peledak di enam provinsi Suriah, yang menewaskan sembilan orang, enam di antaranya anak-anak, serta melukai 13 orang lainnya," ujar OCHA.
OCHA mengatakan sebuah ranjau darat menghantam kendaraan sipil di Kegubernuran Deir ez-Zor pada Senin (31/8), menewaskan lima anak dan melukai tiga warga sipil lainnya. Kegubernuran Raqqa mencatat jumlah tertinggi untuk insiden ledakan sisa bahan peledak, yang menyoroti masih adanya bahaya akibat sisa-sisa bahan peledak perang di Suriah utara.
OCHA menyampaikan bahwa sejak 8 Desember 2024, lebih dari 1.400 insiden terkait bahan peledak sisa perang dilaporkan di seluruh Suriah, yang mengakibatkan hampir 2.500 korban sipil, termasuk 880 orang meninggal dunia.
Lebih dari dua pertiga insiden terjadi di lahan pertanian dan penggembalaan, yang menegaskan betapa mendesaknya operasi pembersihan berskala besar guna mengurangi risiko bagi para petani, penggembala, dan warga yang bepergian antardesa, demikian disampaikan OCHA.
Mitra-mitra yang terlibat dalam upaya penanganan bahan peledak sisa perang menekankan bahwa edukasi mengenai risiko bahan peledak tersebut, operasi pembersihan, serta bantuan bagi mereka yang terdampak merupakan langkah penting untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan mereka kembali ke rumah dengan aman, demikian disampaikan oleh kantor PBB tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Austria umumkan ‘lockdown’ penuh, picu kemarahan warga
Indonesia
•
20 Nov 2021

Mengungkap peran AS dalam eskalasi konflik Gaza (Bagian 2-selesai)
Indonesia
•
09 Oct 2024

Sedikitnya 25 orang tewas di Gaza akibat serangan israel sebagai respons tembakan Hamas
Indonesia
•
20 Nov 2025

China dan AS bahas kerja sama kontranarkotika
Indonesia
•
19 Jun 2024


Berita Terbaru

Apple hadapi gugatan 47,8 triliun rupiah di Inggris, dituding untungkan bisnis iklannya
Indonesia
•
06 Sep 2026

1.287 tewas dan 5.083 hilang dalam tanah longsor di Nepal
Indonesia
•
06 Sep 2026

Trump ancam serang target bawah tanah Iran di Gunung Pickaxe, konflik disebutnya “perkara kecil”
Indonesia
•
06 Sep 2026

45,7 derajat Celsius! Spanyol hadapi gelombang panas ekstrem
Indonesia
•
06 Sep 2026
