
Feature – Saat AfD menang 44 persen, seniman dan mahasiswa di Jerman timur mulai cemas

Seorang pemilih tiba di tempat pemungutan suara (TPS) di Magdeburg, Jerman, pada 6 September 2026. Partai sayap kanan jauh, Alternatif bagi Jerman (Alternative fur Deutschland/AfD), berhasil memenangi pemilihan umum negara bagian di Saxony-Anhalt pada Ahad (6/9) dengan meraih rekor 44,5 persen suara, menurut hasil survei 'exit poll' yang dirilis oleh lembaga penyiaran publik Jerman, ARD. (Xinhua/Zhang Haofu)
Magdeburg, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Saxony-Anhalt, negara bagian yang relatif kecil di Jerman timur dengan jumlah penduduk sedikit di atas 2 juta jiwa, jarang menarik perhatian dunia.
Namun pada Ahad (6/9), Magdeburg, ibu kota Saxony-Anhalt, menjadi pusat gejolak politik di Jerman setelah partai sayap kanan jauh, Alternatif bagi Jerman (Alternative fur Deutschland/AfD), mencatat peristiwa bersejarah setelah memenangi pemilihan umum (pemilu) negara bagian dengan meraih sekitar 44 persen suara.
Hasil itu menandai kemunduran yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi partai berkuasa, Persatuan Demokrat Kristen (Christian Democratic Union/CDU), dan menempatkan AfD pada posisi untuk mengangkat gubernur negara bagian untuk pertama kalinya.
Perpecahan politik terlihat jelas di jalanan Magdeburg selama akhir pekan lalu saat pemilu itu digelar.
Pada Sabtu (5/9) sore waktu setempat, ribuan warga berkumpul di Alun-Alun Katedral (Domplatz) Magdeburg dengan membentangkan spanduk-spanduk yang membela pluralisme dan demokrasi. Alunan musik berkumandang di alun-alun itu, tetapi suasana hati mayoritas partisipan merupakan salah satu kekhawatiran yang tak terucap.
"Jika lanskap budaya di sini tercekik, saya akan angkat koper," ujar Anja, seorang seniman yang melakukan perjalanan dari kota tetangga Magdeburg, Leipzig.
Anja khawatir pemerintahan yang dipimpin oleh AfD akan memangkas dana publik untuk kesenian dan membatasi ruang kebebasan berekspresi.
Tak jauh dari lokasi itu, Matea, seorang fisioterapis setempat, mengakui rasa frustrasi yang meluas telah meningkatkan dukungan bagi AfD.
Dia mengatakan dirinya pun sangat tidak puas dengan berbagai kebijakan pemerintah federal. "Namun, menyerahkan kekuasaan kepada AfD hanya akan memperburuk keadaan," ujarnya.
Berjarak kurang dari 2 km dari sana, di luar gedung AMO Kulturhaus, deretan mobil van polisi membentuk perimeter pengamanan yang mengelilingi pemandangan yang sangat kontras.
Rapat umum kampanye pamungkas AfD sebelum pemilu telah menarik massa dalam jumlah besar, dengan beberapa pendukung berdiri di trotoar jalanan.
Mereka bertepuk tangan dan bersorak mendukung Ulrich Siegmund (35), kandidat utama AfD, yang mereka sebut sebagai "sosok yang baik."
Bastian (40) melakukan perjalanan melintasi Jerman dari North Rhine-Westphalia untuk menghadiri rapat umum tersebut. Pegawai perusahaan pemasok suku cadang otomotif tersebut memandang Jerman timur sebagai garda terdepan dari gelombang perlawanan nasional yang lebih luas.
"Saya melihat para pekerja magang muda di pabrik kami dan bertanya-tanya apakah pekerjaan mereka tetap ada dalam lima tahun ke depan," tuturnya. Dia menyebut stagnasi ekonomi dan imigrasi yang tak terkendali sebagai alasan mengapa dirinya ingin "mengembalikan Jerman yang dulu."
Pada Ahad itu, berbagai kecemasan yang saling berbenturan tersebut bermuara secara senyap ke tempat pemungutan suara (TPS).
Di luar TPS di pusat kota, Lieas (20), seorang mahasiswa keturunan Suriah, melangkah untuk memberikan suaranya bagi Partai Hijau, dengan harapan dapat membantu partai-partai yang lebih kecil melewati ambang batas elektoral 5 persen dan mencegah AfD meraih mayoritas mutlak.
"Kita harus menggunakan hak pilih secara strategis," ujar Lieas, seraya menggambarkan pemilu tersebut sebagai "sangat penting."
Lieas menuturkan adik laki-lakinya sedang bersiap untuk pindah ke Jerman untuk berkuliah. Lieas telah memberikan saran yang jelas kepada adiknya: hindari Saxony-Anhalt dan pertimbangkan wilayah lain di Jerman.
"Suasana di sini sedang berubah, dan itu sangat mengkhawatirkan," imbuhnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Media sebut 2 jet tempur AS masuki wilayah udara Venezuela
Indonesia
•
10 Dec 2025

Oil Fund Norwegia cabut investasi dari perusahaan Israel yang beroperasi di Tepi Barat dan Gaza
Indonesia
•
21 Aug 2025

Menhan China sebut tentang pendekatan China terhadap keamanan global dalam Dialog Shangri-La
Indonesia
•
04 Jun 2024

Setengah dari jumlah unit hunian di Gaza rusak akibat serangan udara Israel
Indonesia
•
26 Oct 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
