Kuwait jadi sasaran serangan, pertahanan udara cegat rudal dan ‘drone’ musuh

Asap mengepul pascaserangan di depot bahan bakar di Bandar Udara Internasional Kuwait di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, pada 25 Maret 2026. (Xinhua)

Kuwait City/Riyadh, Kuwait/Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Sistem pertahanan udara Kuwait mencegat sejumlah rudal dan drone "musuh" pada Kamis (23/7) malam waktu setempat, diiringi suara ledakan yang terdengar di beberapa wilayah negara tersebut, ungkap militer Kuwait.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyampaikan di platform media sosial X bahwa "sistem pertahanan udara saat ini tengah merespons ancaman rudal dan drone musuh," seraya menambahkan bahwa suara ledakan yang didengar oleh warga merupakan "dampak dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh."

Militer Kuwait mengimbau masyarakat agar mematuhi instruksi keselamatan, namun tidak memerinci jumlah drone yang dicegat, asal serangan, atau apakah serangan tersebut menimbulkan korban atau kerusakan material.

Sementara itu, kantor berita resmi Kuwait, KUNA, melaporkan bahwa sirene peringatan telah diaktifkan di seluruh negara tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Amerika Serikat (AS) telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target Iran, dengan mengeklaim bahwa serangan itu merupakan respons atas tindakan angkatan bersenjata Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bertujuan untuk "melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial."

Iran merespons hal itu dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut, termasuk yang berlokasi di Kuwait.

Sebelumnya pada Kamis, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk dan Yordania mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam apa yang mereka sebut sebagai serangan Iran yang terus berlanjut dan menargetkan wilayah-wilayah mereka.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait