Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF

Foto yang diabadikan pada 23 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan jalan di Havana, ibu kota Kuba. (Xinhua/Joaquin Hernandez)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis (10/9) mengatakan perekonomian global tetap tangguh di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan. Meski demikian, tingkat ketidakpastian masih tinggi.

"Sejauh ini, meskipun perang di Timur Tengah telah berlangsung selama enam bulan, perekonomian global tetap tangguh. Perekonomian global mampu menghadapi berbagai guncangan, terutama guncangan di sektor energi, dengan lebih baik daripada yang dikhawatirkan," kata Juru Bicara (Jubir) IMF Julie Kozack dalam konferensi pers.

"Namun, ketidakpastian, seperti yang telah kami sampaikan sejak lama, masih tetap tinggi," kata Kozack.

Dia menyebut perekonomian global sedang ditarik ke dua arah, yakni guncangan pasokan negatif akibat kenaikan harga energi dan komoditas, serta guncangan permintaan positif akibat siklus teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dia menambahkan terdapat "perbedaan yang signifikan" dalam bagaimana kedua kekuatan tersebut memengaruhi masing-masing perekonomian.

Kozack juga mengatakan, sejumlah risiko terhadap prospek ekonomi global masih tetap tinggi, termasuk guncangan energi yang berkepanjangan, utang publik yang terus meningkat, dan proses disinflasi yang mandek.

Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2026 dijadwalkan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 12-18 Oktober mendatang.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan pada akhir Agustus lalu bahwa ketangguhan dan dinamisme akan menjadi dua topik pembahasan utama dalam pertemuan tahunan tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait