
Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman

Para pengikut Houthi ikut serta dalam parade untuk memperingati 10 tahun direbutnya ibu kota Sanaa oleh kelompok tersebut di Lapangan Al Sabeen di Sanaa, Yaman, pada 21 September 2024. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Aden, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi Yaman pada Jumat (11/9) menguasai seluruh pesisir barat Yaman dan memperluas serangannya melampaui Selat Bab al-Mandab yang strategis ke Provinsi Lahj di wilayah selatan, dengan menembakkan rudal balistik ke arah pasukan pemerintah yang mundur, demikian diungkapkan oleh para pejabat pemerintah dan militer.
Pada Jumat pagi, pasukan Houthi menyerbu Pulau Mayun, dikenal juga sebagai Pulau Perim, yang terletak di jantung Selat Bab al-Mandab dan membagi jalur perairan sempit tersebut menjadi dua jalur pelayaran, setelah pasukan pemerintah menarik diri pada malam sebelumnya, kata seorang pejabat pemerintah kepada Xinhua.
"Pasukan angkatan laut Houthi yang menggunakan sejumlah perahu tiba di Mayun pada Jumat pagi. Mereka mendarat di pulau tersebut dan mengambil alih kendali tanpa perlawanan militer," ujar pejabat tersebut, seraya menyebut bahwa kelompok Houthi kini memegang "kendali penuh atas kawasan Bab al-Mandab."
Kemajuan tersebut terjadi usai kelompok Houthi pada Kamis (10/9) merebut Mocha, sebuah kota pelabuhan strategis di Laut Merah, Yaman barat daya.
"Setelah memperkuat kendali atas Bab al-Mandab serta berbagai wilayah pesisir dan pulau-pulau penting di dalam maupun di sekitar selat tersebut, kelompok Houthi kini menekan lebih jauh ke selatan," ujar seorang pejabat militer Yaman pada Jumat dengan syarat anonimitas.
Pasukan pemerintah telah mundur ke Khor Omeira di Lahj, sekitar 90 km sebelah barat Aden, yang merupakan pusat sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional di pesisir selatan, ujar pejabat tersebut.
Dia menambahkan bahwa pasukan tersebut "sedang melakukan konsolidasi kembali tanpa indikasi yang jelas mengenai langkah mereka selanjutnya."
Warga di Khor Omeira melaporkan tanda-tanda kekacauan di kalangan pasukan pemerintah yang sedang mundur, dengan beberapa prajurit dikabarkan menjual senjata mereka dengan harga murah dan sebagian lainnya menanggalkan seragam mereka sebelum menuju ke arah Aden.
Seiring dengan garis depan yang bergerak mendekati Aden, pasukan keamanan memperkuat jalur masuk bagian barat kota tersebut, menurut seorang pejabat keamanan setempat.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi al-Masirah yang dikelola Houthi pada Jumat, juru bicara Houthi, Yahya Sarea, mengatakan bahwa serangan kelompok tersebut, yang dilancarkan pada 3 September, telah merebut wilayah seluas sekitar 5.400 kilometer persegi di Yaman barat.
Dia juga mengeklaim bahwa pasukan Houthi terlibat dalam 32 pertempuran dengan pesawat tempur Arab Saudi dan "menembak jatuh sembilan pesawat."
Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Menanggapi kekhawatiran atas keamanan Selat Bab al-Mandab, Sarea menyatakan bahwa lalu lintas maritim internasional tetap "aman," sekaligus menegaskan kembali bahwa kapal-kapal Arab Saudi tetap tunduk pada pembatasan yang diberlakukan oleh Houthi.
Kelompok Houthi mengumumkan larangan terhadap pelayaran Arab Saudi pada 20 Juli dan sejak itu mengeklaim serangkaian serangan terhadap kapal tanker Arab Saudi serta fasilitas minyak di Arab Saudi.
Selat Bab al-Mandab, yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia, merupakan jalur utama bagi perdagangan internasional dan pengiriman energi.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara tersebut.
Kemajuan pesat Houthi tersebut menandai eskalasi paling tajam sejak gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB pada 2022 lalu sebagian besar menghentikan pertempuran berskala besar.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Para Penasihat Keamanan Nasional akhiri pertemuan di Jeddah soal konflik Ukraina
Indonesia
•
07 Aug 2023

Lebanon kecam "ancaman" Israel terhadap sejumlah rumah sakit di wilayah selatan
Indonesia
•
02 Feb 2026

Otoritas Afsel sebut berbagai persoalan Afrika dibahas di KTT BRICS mendatang
Indonesia
•
02 Aug 2023

Sepekan konflik Hizbullah-Israel, 394 orang tewas termasuk 83 anak
Indonesia
•
09 Mar 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Jumlah kasus Ebola di RD Kongo tembus 7.000, korban tewas hampir 3.400 orang
Indonesia
•
12 Sep 2026
