
Yordania resmi larang aktivitas Ikhwanul Muslimin

Wisatawan mengunjungi situs arkeologi Amman Citadel di Amman, ibu kota Yordania, pada 27 Desember 2024. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Aktivitas Ikhwanul Muslimin dinilai menimbulkan risiko serius bagi masyarakat dan mengancam keselamatan warga, terutama di saat Yordania sedang berupaya menjaga keamanan, mempertahankan stabilitas, dan memajukan jalur pembangunannya di tengah berbagai tantangan regional dan global.
Amman, Yordania (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen Farrayeh pada Rabu (23/4) mengumumkan larangan terhadap semua aktivitas Ikhwanul Muslimin, menyatakan "langkah-langkah yang diperlukan" akan diambil bagi setiap individu atau entitas mana pun yang terbukti memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.Dalam sebuah taklimat pers via Al Mamlaka TV yang dikelola pemerintah, Farrayeh menekankan bahwa setiap aktivitas kelompok tersebut, tanpa memandang jenisnya, akan dianggap sebagai pelanggaran hukum dan akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.Farrayeh mendesak percepatan kerja komite pembubaran, yang bertugas untuk menyita aset-aset milik Ikhwanul Muslimin, sesuai dengan putusan pengadilan yang berlaku.Dia juga mengumumkan keputusan untuk menutup semua kantor atau tempat yang digunakan oleh kelompok tersebut.Sang menteri memperingatkan bahwa kekuatan politik, media, pengguna media sosial, organisasi masyarakat sipil, serta pihak-pihak lainnya dilarang untuk terlibat dengan atau memublikasikan konten yang berkaitan dengan Ikhwanul Muslimin dan semua front atau cabangnya.Farrayeh mengungkapkan bahwa kelompok tersebut diketahui sedang berupaya memproduksi dan menguji bahan peledak, berencana untuk menargetkan pasukan keamanan dan lokasi-lokasi sensitif di wilayah negara kerajaan itu.Dia menekankan bahwa Ikhwanul Muslimin telah bertindak secara diam-diam dan terlibat dalam aktivitas yang merusak stabilitas keamanan, mengancam persatuan nasional, serta mengganggu ketertiban dan keamanan publik.Praktik-praktik yang terus dilakukan oleh kelompok tersebut menimbulkan risiko serius bagi masyarakat dan mengancam keselamatan warga, terutama di saat negara sedang berupaya menjaga keamanan, mempertahankan stabilitas, dan memajukan jalur pembangunannya di tengah berbagai tantangan regional dan global, tuturnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

20 wanita duduk di posisi kunci di kepresidenan Masjidil Haram
Indonesia
•
06 Aug 2021

Presiden Abbas berharap konflik segera berakhir saat pertempuran terus berlanjut di Gaza
Indonesia
•
28 Dec 2023

Korsel protes tindakan Jepang yang kembali lontarkan klaim teritorial atas pulau-pulau yang disengketakan
Indonesia
•
18 Apr 2024

Menkeu Jerman janjikan keringanan di tengah lonjakan harga energi
Indonesia
•
24 Mar 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat AfD menang 44 persen, seniman dan mahasiswa di Jerman timur mulai cemas
Indonesia
•
07 Sep 2026

Pengguna media sosial bisa ‘matikan’ rekomendasi algoritma, platform yang melanggar kena denda 1,27 triliun rupiah
Indonesia
•
08 Sep 2026

Trump ancam larang Bombardier jual jet di AS, perang dagang dengan Kanada memanas
Indonesia
•
08 Sep 2026

Israel ancam Iran lagi, Netanyahu: Kami bertekad menggulingkan Teheran
Indonesia
•
07 Sep 2026
